| dc.description.abstract | Karyawan sebagai sumber daya manusia memiliki peran yang sangat dominan dalam
organisasi karena mereka merupakan penggerak utama dalam mencapai tujuan organisasi.
Pengelolaan sumber daya manusia yang baik menjadi faktor penentu keberhasilan suatu
organisasi. Dalam konteks pendidikan, fenomena keterikatan kerja sering kali dihubungkan
dengan produktivitas yang tinggi, kepuasan kerja, dan kinerja yang baik. Rendahnya
keterlibatan guru dapat menyebabkan penurunan kualitas pengajaran dan pembelajaran,
serta mengurangi tingkat inovasi dan kreativitas. Jika guru tidak terlibat secara maksimal,
maka mereka cenderung kurang inovatif dan berpengalaman dalam mentransmisikan
materi pelajaran kepada siswa, yang berujung pada dampak negatif bagi kinerja organisasi
sekolah secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas
kehidupan kerja dan kepuasan kerja terhadap keterikatan kerja guru. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda.
Populasi yang diteliti adalah guru-guru SMP di Kabupaten Tasikmalaya, dengan jumlah
sampel sebanyak 135 guru yang diperoleh melalui teknik Non-Probability Sampling.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan Google Form yang berisi kuesioner dengan
skala Likert, yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap keterikatan kerja guru. Selain itu, kepuasan kerja juga menunjukkan
pengaruh positif dan signifikan terhadap keterikatan kerja. Temuan ini menyimpulkan
bahwa kualitas kehidupan kerja dan kepuasan kerja berperan penting dalam meningkatkan
keterikatan kerja pada guru. Oleh karena itu, peningkatan fokus pada kedua aspek tersebut
merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keterlibatan dan prestasi guru di
lingkungan pendidikan. | en_US |