• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Totemisme Dalam Iklan Sampo Pantene dan Head And Shoulders

    Thumbnail
    View/Open
    20321034.pdf (1.532Mb)
    Date
    2024
    Author
    Asma’i, Ahmad Fattah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai totem yang terkandung dalam iklan sampo Pantene dan Head and Shoulders, dalam hal ini penelitian ini membawa bagaimana cara dalam memahami nilai-nilai simbolik dan budaya diintegerasikan dalam strategi pemasaran produk perawatan rambut. Totemisme yang sering disebut dengan totem, dalam penelitian ini hanya sebagai istilah yang memayungi simbol tanda saja. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes, guna mengungkapkan bahwa kedua merek tersebut menggunakan simbol dan metafora untuk mempersonalisasi produk mereka dalam menciptakan asosiasi positif dalam benak konsumen. Iklan sampo Head and Shoulders menonjolkan elemen-elemen seperti simbol kesehatan dan kebersihan yang mengaitkan produk dengan perlindungan dan kesejahteraan, sementara sampo Pantene menggunakan simbol kecantikan dan keanggunan guna mengasosiasikan produk dengan transformasi dan kepercayaan diri. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan penting. Pertama, terdapat dampak dari iklan sampo Pantene dan sampo Head and Shoulders. 1) Simbol yang berlebihan dalam iklan sampo Pantene dan Head and Shoulders. 2) Simbol yang kekinian dalam iklan Pantene dan Head and Shoulders. 3) Simbol yang menjadi ilusi dalam iklan sampo Pantene dan Head and Shoulders. 4) Nilai dasar keberadaan iklan sampo Pantene dan Head and Shoulders Kedua, kehadiran para public figure dalam iklan tersebut menjadikan suatu alat dalam membentuk simbol, dan ketika simbol sudah terbentuk akan diikuti oleh kepercayaan terhadap produk yang ditawarkan. Dari kedua iklan ini meski diproduksi di waktu yang berbeda, tetapi sama sama memegang konsep pembentukan simbol yang sama. Dengan demikian, simbol yang ada dari kedua iklan berfungsi sebagai alat strategis dalam pemasaran untuk menciptakan nilai tambah dan diferensiasi produk di pasar yang kompetitif.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/53984
    Collections
    • Communication [1433]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV