• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Fragile Masculinity dalam Film “seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas” dan Film “Yowis Ben”

    Thumbnail
    View/Open
    20321053.pdf (8.848Mb)
    Date
    2024
    Author
    Anandewa, Nuzula Rizky
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Seorang laki-laki sering kali dianggap sebagai (mahluk sosial) sebagai sebuah bentuk yang dapat melakukan berbagai hal yang tidak dapat dilakukan oleh perempuan. Salah satunya dengan bertarung Seorang pria dapat menjadi maskulin saat memiliki perilaku, peran, atribut dan kejantanan yang ia tampilkan, seperti layaknya ia tidak berjalan dengan lemah gemulai, tidak berdandan layaknya wanita. Masyarakat menilai bahwa secara garis besar kultural laki-laki harus memperlihatkan sisi maskulin. Atas demikian, maka diperlukan mencari representasi maskulinitas dan supaya pesan yang disampaikan dapat tercurahkan kepada penonton tentang bagaimana sebuah makna maskulinitas yang rapuh. Dalam penelitian ini akan melihat bentuk maskulinitas yang rapuh melalui Film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas dan Film Yowis Ben. Dalam penelitian ini peneliti ingin meneliti tentang maskulinitas yang rapuh pada kedua film ini melalui metode penelitian kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes dengan mencari makna denotasi, konotasi, dan mitos yang ada pada tipa potongan scene dengan bentuk screenshot. Kemudian hasil penelitian yang ditemukan adalah terdapat dua perbedaan yang berada pada kedua film. Film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas memiliki tokoh Ajo Kawir yang memiliki kelainan penyakit karena mengalami trauma saat kecil hingga harus berusaha mengembalikanya saat dewasa. Yang kedua Film Yowis Ben dengan tokoh utama Bayu digambarkan sebagai laki-laki yang memiliki kehidupan yang sederhana dan memiliki tanggung jawab yang besar sebagai anak tunggal. Bayu tidak bertarung dalam scene yang ditampilkan namun ia memiliki jiwa yang besar dikehidupannya.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/53939
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV