Show simple item record

dc.contributor.authorS, Miftahul Jannah
dc.date.accessioned2024-09-26T06:52:12Z
dc.date.available2024-09-26T06:52:12Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52039
dc.description.abstractSecara ideal, setiap individu seharusnya menikmati hak dan kesempatan yang setara dalam mengejar impian dan potensi mereka. Namun, dalam praktiknya, prinsip ini sering kali terabaikan, dengan diskriminasi dan intimidasi yang terus menerpa kelompok tertentu akibat pandangan dan stereotip mendalam dalam masyarakat, baik di tingkat lokal maupun global. Bias gender, khususnya terhadap perempuan, adalah salah satu bentuk diskriminasi yang paling mencolok. Perempuan sering kali menjadi korban perlakuan seksis dan misoginis dari laki-laki yang merasa superior, mengakibatkan perempuan ditempatkan dalam posisi tidak setara dengan hak serta kesempatan mereka yang sering kali terbatas. Film Don't Worry Darling menawarkan penggambaran yang kuat tentang isu- isu seksisme dan misogini khususnya dalam konteks berumah tangga. Dengan pendekatan dramatis, film ini menggambarkan dinamika kekuasaan gender dan ketidaksetaraan antara suami dan istri. Melalui adegan dan dialognya, film ini menyoroti bagaimana perempuan diperlakukan secara seksis dan dimarginalkan, memperlihatkan manifestasi misogini yang memperkuat stereotip gender tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce, menerapkan model trikotomi tanda (sign, object, dan interpretant). Fokus kajian mencakup enam adegan dalam film Don't Worry Darling. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini dengan jelas memperlihatkan empat isu seksisme dan dua isu misogini didalamnya. Film ini memperkuat stereotip gender tradisional dan menggambarkan ketidaksetaraan gender dalam hubungan antar karakter. Peran dan tanggung jawab dalam rumah tangga ditetapkan secara sepihak oleh laki-laki, tanpa mempertimbangkan keinginan perempuan secara adil. Pandangan yang membedakan fungsi gender ini memberikan dampak besar pada dinamika hubungan suami-istri, mencerminkan ketidakadilan mendalam dalam struktur patriarki.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSeksismeen_US
dc.subjectMisoginien_US
dc.subjectGenderen_US
dc.subjectFilmen_US
dc.titleIsu Seksisme dan Misogini Pada Film Don’t Worry Darling dalam Kacamata Analisis Semiotika Charles Sanders Peirceen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM17321177


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record