• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Isu Seksisme dan Misogini Pada Film Don’t Worry Darling dalam Kacamata Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce

    Thumbnail
    View/Open
    17321177.pdf (1.876Mb)
    Date
    2024
    Author
    S, Miftahul Jannah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Secara ideal, setiap individu seharusnya menikmati hak dan kesempatan yang setara dalam mengejar impian dan potensi mereka. Namun, dalam praktiknya, prinsip ini sering kali terabaikan, dengan diskriminasi dan intimidasi yang terus menerpa kelompok tertentu akibat pandangan dan stereotip mendalam dalam masyarakat, baik di tingkat lokal maupun global. Bias gender, khususnya terhadap perempuan, adalah salah satu bentuk diskriminasi yang paling mencolok. Perempuan sering kali menjadi korban perlakuan seksis dan misoginis dari laki-laki yang merasa superior, mengakibatkan perempuan ditempatkan dalam posisi tidak setara dengan hak serta kesempatan mereka yang sering kali terbatas. Film Don't Worry Darling menawarkan penggambaran yang kuat tentang isu- isu seksisme dan misogini khususnya dalam konteks berumah tangga. Dengan pendekatan dramatis, film ini menggambarkan dinamika kekuasaan gender dan ketidaksetaraan antara suami dan istri. Melalui adegan dan dialognya, film ini menyoroti bagaimana perempuan diperlakukan secara seksis dan dimarginalkan, memperlihatkan manifestasi misogini yang memperkuat stereotip gender tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce, menerapkan model trikotomi tanda (sign, object, dan interpretant). Fokus kajian mencakup enam adegan dalam film Don't Worry Darling. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini dengan jelas memperlihatkan empat isu seksisme dan dua isu misogini didalamnya. Film ini memperkuat stereotip gender tradisional dan menggambarkan ketidaksetaraan gender dalam hubungan antar karakter. Peran dan tanggung jawab dalam rumah tangga ditetapkan secara sepihak oleh laki-laki, tanpa mempertimbangkan keinginan perempuan secara adil. Pandangan yang membedakan fungsi gender ini memberikan dampak besar pada dinamika hubungan suami-istri, mencerminkan ketidakadilan mendalam dalam struktur patriarki.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/52039
    Collections
    • Communication [1433]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV