Show simple item record

dc.contributor.authorFajr, Putri Nur
dc.date.accessioned2024-09-06T03:59:20Z
dc.date.available2024-09-06T03:59:20Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51690
dc.description.abstractPada penelitian ini telah dilakukan pembuatan minyak angin aromaterapi dari minyak atsiri kayu putih (Melaluca leucadendra) yang memiliki kadar eucalyptol (1,8- sineol) sebesar 56,90%, minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nadrus) yang memiliki kadar sitronellal 56,08%, dan minyak atsiri serai dapur (Cymbopogon citratus) yang memiliki kadar sitral 41,67%. Tujuan penelitian ingin mengetahui hasil kandungan senyawa menggunakan instrument kromatografi gas – spektrometri massa, perbandingan formulasi, serta formulasi minyak angin berdasarkan uji kesukaan minyak angin aromaterapi. Penggunaan kristal menthol berfungsi sebagai pendingin aromatik pada minyak angin aromaterapi. Peran minyak kelapa pada formulasi ini yaitu sebagai carrier oil yang berfungsi mengikat minyak. Hasil uji organoleptis, ketahanan wangi, dan uji hedonik diperoleh Formula 4 memiliki warna kuning pucat, aroma dominan sereh wangi, kehangatan lebih dingin kehangatan, ketahanan wangi tidak sepenuhnya hilang hingga hari ke – 7. Formula 4 adalah formula yang paling banyak disukai oleh responden.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMinyak Atsiri Kayu Putihen_US
dc.subjectMinyak Atsiri Serai Dapuren_US
dc.subjectMinyak Atsiri Serai Wangien_US
dc.subjectKromatografi Gass – Spektrometri Massaen_US
dc.subjectOrganoleptiken_US
dc.subjectHedoniken_US
dc.titleFormulasi Minyak Angin Aromaterapi dari Minyak Atsiri Kayu Putih (Melalueca Leucadenra), Serai Wangi (Cymbopogon Nadrus), dan Serai Dapur (Cymbopogon Citratus)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20612024


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record