Analisis Implementasi Islamic Marketing Communication dalam Industri Fashion: Studi Komparasi Firdaus Hijab dan Pand’s Muslim Department Store di Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi komunikasi pemasaran Islam
dalam industri fashion muslim, dengan fokus pada studi komparasi dua objek antara Firdaus
Hijab dan Pand’s Muslim Department Store di Yogyakarta. Komunikasi pemasaran Islam
ini merupakan pendekatan yang menekankan pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam
dalam strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan. Teori yang digunakan dalam
penelitian ini adalah terkait karakteristik dalam pemasaran Islam dan komunikasi pemasaran
Islam campuran 5P. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif
dengan pendekatan kualitatif, kemudian gaya penelitian tersebut yakni studi komparatif
untuk mengkaji objek yang diteliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui
wawancara mendalam, kemudian observasi dan dokumentasi sebagai bukti. Selanjutnya
untuk menguji keabsahan temuan, dengan validitas data menggunakan teknik triangulasi
yakni triangulasi sumber data, teori, peneliti, waktu, dan teknik. Hasil penelitian ini diuji
keabsahannya dengan validitas data menggunakan triangulasi yang menunjukkan bahwa
kedua toko fashion muslim Firdaus Hijab dan Pand’s Muslim Department Store ternyata
menerapkan komunikasi pemasaran Islam namun dengan cara atau konsep yang berbeda.
Adapun kedua objek penelitian ini sangat memperhatikan karakteristik pemasaran Islam
antara lain Ketuhanan (Rabbaniyyah), Etis (Akhlaqiyyah), Realistis (Al-Waqiyyah), dan
Humanistis (Insaniyyah) yang sudah diterapkan ketika melayani konsumen dari segi etika
dan moral menurut ajaran agama islam. Keduanya sangat memperhatikan pelaksanaan
komunikasi pemasaran Islam campuran 5P yang hampir sama dengan pemasaran biasa,
namun perbedaannya ada pada penekanan nilai Islam yang berlaku di dalamnya yakni dari
segi Product/Production Process, Product Pricing, Product Promotion Rules, Place:
Distribution Channels, dan People. Salah satu faktor pendukung kedua objek penelitian ini
adalah merek yang sudah banyak diketahui khususnya masyarakat Yogyakarta, bahkan
memiliki konsumen loyal sehingga menghadirkan produk yang terjamin kualitasnya. Untuk
kelebihan yang diberikan Firdaus Hijab dalam pendistribusian produk yang ditawarkan
sudah pasti orisinal dengan harga lebih terjangkau, sedangkan Pand’s Muslim unggul dalam
berbagai produk yang dijual sehingga konsumen dapat mengunjungi toko secara langsung
karena kelengkapan produk di segala usia. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh keduanya
berbeda, Firdaus Hijab kurang memanfaatkan media sebagai sarana mempromosikan
kegiatan pemasaran dan untuk Pand’s belum dapat mengukur secara maksimal seberapa
efektif promosi dengan berbagai teknik yang dilakukan tersebut untuk menarik minat
konsumen. Meskipun terdapat perbedaan penekanan pada beberapa aspek,
pengimplementasian strategi pemasaran Islam ini pada kedua objek penelitian dikatakan
berhasil mencapai kepuasan dan loyalitas konsumen serta kesejahteraan bagi semua pihak
yang terlibat. Temuan ini harapannya dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan
strategi pemasaran Islam dalam industri fashion muslim di Indonesia.
Collections
- Communication [1422]
