Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Komunikasi Pariwisata di Daerah Gunung Bromo Tengger Semeru
Abstract
Kemajuan teknologi informasi dan transportasi telah memberikan dampak
bagi sektor pariwisata yang membuat beberapa destinasi mampu berinteraksi dan
bertukar pengalaman. Salah satu bentuk implementasi dari perkembangan tersebut
adalah pemanfaatan instagram sebagai media komunikasi pariwisata. Komunikasi
berperan peran penting dalam bidang pariwisata. Dalam hal ini, komunikasi
dibutuhkan agar mampu memberikan informasi pemasaran seputar aksesibilitas,
destinasi, pariwisata, pemangku kepentingan pariwisata termasuk juga
kelembagaan pariwisata dan sumber daya kepada wisatawan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan instagram sebagai
media komunikasi pariwisata di daerah Gunung Bromo Tengger Semeru. Metode
yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Narasumber penelitian adalah Ketua
Balai Besar Taman Nasional Gunung Tengger Semeru, dan divisi yang mengelola
akun @bbtnbromotenggersemeru. Jenis data yang digunakan adalah data primer
dan sekunder dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan
dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian
data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial instagram
sebagai media komunikasi pemasaran wisata oleh pengelola kawasan wisata
Gunung Bromo Tengger Semeru, dari total 13 fitur yang ada, mereka baru
menggunakan 8 fitur saja yaitu foto, video, instagram stories, caption, tag dan
hastag, direct message, reels, dan comments. Hasil analisis SWOT terkait dengan
pemanfaatan media sosial instagram sebagai media komunikasi pariwisata
menghasilkan antara lain yaitu melalui kerja sama tim yang baik, dan didukung oleh
ketersediaan fasilitas dan peralatan audio video yang lengkap, tim media sosial
dapat memanfaatakan media sosial untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.
Selain itutim juga dapat memanfaatkan konten-konten di luar instagram, sehingga
media sosialnya lebih berkembang, tidak terpaku pada satu jenis media sosial saja.
tim media sosial dapat memaksimalkan validasi informasi, dan followers atau pun
wisatawan tidak dengan mudah mendapatkan informasi-informasi palsu yang dapat
merugikan kawasan wisata.Tim juga dapat menambah SDM media sosial, dan
memaksimalkan fitur-fitur yang belum maksimal seperti Live IG karena jumlah
followers yang cukup banyak, maka dari itu, perlu melakukan pendekatan Terakhir,
tim media sosial dapat memaksimalkan fitur-fitur seperti Live IG untuk
berkomunikasi secara langsung dengan followers guna menghindari terjadinya
penyebaran berita-berita hoax.
Collections
- Communication [1422]
