| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna atau pesan yang disampaikan
melalui sosok ondel-ondel dalam kepercayaan, budaya masyarakat yang
diimplementasikan pada film Dua Garis Biru. Mendalami penggunaan ikon Ondel-Ondel
dalam film Dua Garis Biru, tidak hanya aspek visualnya yang memikat tetapi juga makna
simbolis dalam konteks budaya Betawi. Ondel-Ondel dalam film ini tidak hanya sebagai
elemen dekoratif juga sebagai representasi dalam metafora yang menggambarkan
bagaimana budaya lokal dapat mempengaruhi persepsi sosial.
Metode penelitian melibatkan pendekatan kualitatif dengan fokus pada teori
semiotika Charles Sanders Peirce. Teori Peirce membantu dalam memahami Ondel-ondel
sebagai tanda yang tidak hanya mencerminkan realitas fisiknya tetapi juga
mengkomunikasikan makna budaya mendalam. Data dianalisis melalui pengamatan
terhadap empat adegan yang menampilkan Ondel-ondel dalam film, menggunakan
konsep representasi menurut teori Peirce untuk menjelaskan Ondel-ondel sebagai
representasi budaya Betawi mempengaruhi konstruksi sosial dan makna yang dihasilkan.
Hasil penelitian menunjukkan kehadiran Ondel-ondel dalam film Dua Garis Biru
memiliki implikasi kompleks dalam memahami budaya dan nilai masyarakat Betawi.
Ondel-ondel tidak hanya sebagai elemen visual yang menarik perhatian, tetapi juga
sebagai simbol budaya yang mengkomunikasikan pesan tentang kehidupan, keberanian,
dan tradisi lokal. Kesimpulannya, analisis ini menggambarkan bahwa Ondel-ondel dalam
film bukan sekadar representasi fisik, melainkan juga sebagai medium yang
menghubungkan nilai-nilai lokal dengan pengalaman universal, yang dapat memberikan
wawasan mendalam bagi pengembangan studi budaya dan semiotika di masa depan. | en_US |