• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Ikonisitas Ondel-ondel Dalam Film Dua Garis Biru

    Thumbnail
    View/Open
    17321179.pdf (1.396Mb)
    Date
    2024
    Author
    Sumarno, Imam Ar Razy
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna atau pesan yang disampaikan melalui sosok ondel-ondel dalam kepercayaan, budaya masyarakat yang diimplementasikan pada film Dua Garis Biru. Mendalami penggunaan ikon Ondel-Ondel dalam film Dua Garis Biru, tidak hanya aspek visualnya yang memikat tetapi juga makna simbolis dalam konteks budaya Betawi. Ondel-Ondel dalam film ini tidak hanya sebagai elemen dekoratif juga sebagai representasi dalam metafora yang menggambarkan bagaimana budaya lokal dapat mempengaruhi persepsi sosial. Metode penelitian melibatkan pendekatan kualitatif dengan fokus pada teori semiotika Charles Sanders Peirce. Teori Peirce membantu dalam memahami Ondel-ondel sebagai tanda yang tidak hanya mencerminkan realitas fisiknya tetapi juga mengkomunikasikan makna budaya mendalam. Data dianalisis melalui pengamatan terhadap empat adegan yang menampilkan Ondel-ondel dalam film, menggunakan konsep representasi menurut teori Peirce untuk menjelaskan Ondel-ondel sebagai representasi budaya Betawi mempengaruhi konstruksi sosial dan makna yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan kehadiran Ondel-ondel dalam film Dua Garis Biru memiliki implikasi kompleks dalam memahami budaya dan nilai masyarakat Betawi. Ondel-ondel tidak hanya sebagai elemen visual yang menarik perhatian, tetapi juga sebagai simbol budaya yang mengkomunikasikan pesan tentang kehidupan, keberanian, dan tradisi lokal. Kesimpulannya, analisis ini menggambarkan bahwa Ondel-ondel dalam film bukan sekadar representasi fisik, melainkan juga sebagai medium yang menghubungkan nilai-nilai lokal dengan pengalaman universal, yang dapat memberikan wawasan mendalam bagi pengembangan studi budaya dan semiotika di masa depan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/50965
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV