• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Dominasi Peran Perempuan dalam Film Superhero (Studi Resepsi Khalayak Pada Remaja Perempuan Mengenai Ideologi Feminisme Dalam Black Panther 2: Wakanda Forever)

    Thumbnail
    View/Open
    20321228.pdf (1.745Mb)
    Date
    2024
    Author
    Dewi, Alifia Rakhma
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Masyarakat masih memandang perempuan secara marginal atau kelompok yang dipinggirkan dan hal tersebut berpengaruh pada peran-peran yang dijalani oleh perempuan dalam kehidupan sehari-harinya. Tidak seimbangnya peran yang dijalani oleh perempuan mengakibatkan terjadinya ketidakadilan pada gender perempuan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk melihat posisi pembacaan remaja perempuan terhadap dominasi peran perempuan dalam film Black Panther 2: Wakanda Forever dan juga pandangan mereka terhadap porsi peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis resepsi Stuart Hall. Analisis resepsi fokus pada posisi pembacaan dan pemaknaan informan terhadap pesan yang disampaikan melalui media. Informan berjumlah sebanyak lima orang yang seluruhnya merupakan mahasiswi domisili Yogyakarta serta berusia 18 sampai dengan 25 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah pengkategorian informan ke dalam tiga posisi pembacaan; dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa mayoritas informan berada pada posisi dominant-hegemonic yang artinya setuju dengan ideologi dominan yang ada, namun pada bagian pembahasan kesempatan perempuan untuk berperan aktif dan perempuan sebagai pemimpin terdapat satu informan yang berada pada posisi negotiated dengan alasan terdapat perbedaan tenaga dan cara berpikir antara laki-laki dan perempuan, selain itu dikhawatirkan perempuan terlalu mengedepankan emosinya ketika menjadi seorang pemimpin. Kemudian, pada peran ganda perempuan satu informan berada pada posisi oppositional yang artinya sepenuhnya menolak dan mengkritisi ideologi dominan yang ada. Kemudian, sesuai dengan hasil wawancara informan, ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi pembacaan informan; (1). Faktor Sosial dan Budaya, (2). Faktor Pendidikan, (3). Faktor Paparan Internet.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/49558
    Collections
    • Communication [1420]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV