• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    REFORMULASI KEBIJAKAN NEGARA DALAM PERLINDUNGAN KEARIFAN LOKAL STUDI DINAMIKA DAN KEBERLANJUTAN NAGARI DI SUMATERA BARAT

    Thumbnail
    View/Open
    19932005 (3.581Mb)
    Date
    2023-08-16
    Author
    RAHMAT, AULIA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini menganalisis birokratisasi adat dalam relasi antara negara dengan nagari yang ditemukan dalam produk hukum dan kebijakan yang ada di Indonesia, dari masa kolonialisme hingga era reformasi. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan jenis penelitian hukum nondoktrinal dalam pendekatan sosio-legal terapan. Penelitian ini menggunakan data kualitatif yang dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan FGD bersama informan yang dipilih melalui metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa upaya perlindungan terhadap nagari sebagai kearifan lokal cenderung mengarah pada birokratisasi adat yang disebabkan karena relasi objektif yang dibentuk negara terhadap nagari. Birokratisasi adat telah mereduksi nagari sebagai sebuah sistem sosial yang dibangun oleh kompleksitas relasi masyarakat Minangkabau. Hal ini ditemukan dari upaya unifikasi hukum melalui kebijakan negara yang melakukan sekularisasi terhadap fungsionaris adat dalam masyarakat Minangkabau, sehingga menimbulkan dualisme hukum dan berpotensi melahirkan konflik dalam nagari. Nagari di Minangkabau tidak hanya berkaitan dengan aspek wilayah dan birokrasi pemerintahan semata, namun berkaitan erat dengan konstruksi relasi berlapis dan saling berhubungan yang dibentuk antara manusia dan alam. Minangkabau sebagai sebuah sistem sosial harus dilihat sebagai subjek yang sama dengan negara dalam relasi inter-subjektif yang didasarkan pada dimensi spiritual hukum dalam konsep trans-subjektif, sehingga nagari dan negara sama-sama berada dalam keadaan saling berterima.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/47592
    Collections
    • Doctor of Law [145]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV