• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Konsep Diri Dalam Film Tersanjung dan Dua Garis Biru

    Thumbnail
    View/Open
    19321016 (2.003Mb)
    Date
    2023
    Author
    Oktaviana, Prisila
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perfilman di Indonesia memiliki tema yang sangat beragam, salah satunya terdapat film yang bertema kekeluargaan dan asmara contohnya, Film “Tersanjung” dan “Dua Garis Biru”. Film “Tersanjung” menceritakan tentang Yura yang dipaksa untuk melakukan perjodohan di dalam sebuah keluarga yang terlilit hutang dan membuat tokoh utama memiliki banyak tekanan hingga hilang arah. Film “Dua Garis Biru” menceritakan tentang Dara yang sebagai anak remaja mengalami hamil diluar nikah dan harus menghadapi tekanan dari dua keluarga yang berbeda. Kedua film ini sangatlah menarik karena menyuguhkan tema yang sangat realistis dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami konsep-konsep diri yang diinterpretasikan dalam Film “Tersanjung” dan “Dua Garis Biru” Pada penelitian ini menggunakan konsep diri yang dikemukakan oleh William H. Fitts. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan data dari adegan yang terdapat dalam film. Peneliti menganalisis objek penelitian dengan model Semiotika oleh Charles S.Pierce, yang dikenal dengan model triangle meaning dimana terdiri dari sign yang dihubungkan dengan object dan membentuk suatu interpretant. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan mendalam dan studi kepustakaan. Hasil penelitian pada kedua film ini menunjukkan adanya perbedaan pada sosok Yura dan sosok Dara. Sosok Yura menunjukkan orang yang bertanggung jawab atas semua keluarganya dan menyelesaikan permasalahannya sendiri namun berbeda halnya dengan sosok Dara yang terkesan menghindar dari permasalahannya dan lebih memilih menutupinya, serta hanya mengandalkan kedua orang tuanya dalam menyelesaikan masalahnya. Yura yang bertanggung jawab dengan anaknya dan membesarkannya sendiri berbeda hal nya dengan Dara yang memberikan anaknya kepada Bima untuk dirawat dan memilih melanjutkan sekolahnya keluar negeri.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/45150
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV