• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kebijakan Formulasi Sanksi Kebiri Kimia (Chemical Castration) Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual Pada Anak Ditinjau Dari Segi Tujuan Pemidanaan

    Thumbnail
    View/Open
    20912086.pdf (2.976Mb)
    Date
    2023-02
    Author
    PRATIWI
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tesis ini berfokus pada kajian Kebijakan formulasi sanksi kebiri kimia (Chemical Castration) terhadap pelaku kekerasan seksual pada anak ditinjau dari segi tujuan pemidanaan dan Kebijakan formulasi sanksi kebiri kimia dimasa mendatang. Tujuan dari tesis ini untuk mengetahui Kebijakan formulasi sanksi kebiri kimia (Chemical Castration) terhadap pelaku kekerasan seksual pada anak ditinjau dari segi tujuan pemidanaan dan menganalisis Kebijakan formulasi sanksi kebiri kimia (Chemical Castration) terhadap pelaku kekerasan seksual pada anak dimasa yang akan datang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan penelitian hukum normatif, dengan pendekatan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (Conceptual approach). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode Library Research (kajian kepustakaan) dengan menggunakan analisis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : 1) Penjatuhan hukuman kebiri terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak dapat diterapkan sesuai dengan tujuan utama pemidanaan yaitu untuk pemulihan, pengajaran atau mendidik. Undang-undang yang berlaku saat ini di Indonesia mengenai penerapan hukuman kebiri lebih mendominankan kepada tujuan pemidanaan dalam teori gabungan dimana dalam undang-undang setelah adanya pemberian hukuman pokok adanya tambahan hukuman kebiri. Tujuan diadakannya tindakan chemical catration atau kebiri kimiawi tersebut ialah agar terciptanya perpaduan antara penjeraan, pencegahan dan rehabilitasi bagi pelaku dewasa dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak. 2) Kebijakan Formulasi Sanksi Kebiri Kimia (Chemical Castration) Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual Pada Anak Dimasa Mendatang dapat dilihat dari pelaku yang melakukan kejahatan dan diberikannya regulasi terbaru mengenai substansi undang-undang sanksi kebiri kimia mengenai penetapan eksekutor pelaksanaan hukuman kebiri. Sehingga dapat tercapainya tujuan pemidanaan berdasarkan Teori Treatment dan Teori Gabungan yang dapat digunakan dimasa mendatang. Dimana bahwa tindakan kebiri kimia akan lebih efektif bila dijatuhkan kepada pelaku kekerasan seksual yang menderita gangguan pedofilia dengan memberikan sanksi kebiri kimia sebagai treatment (perawatan) dan rehabilitasi (perbaikan) terhadap pelaku. Dilain hal untuk pelaku kekerasan seksual terhadap anak bukan merupakan penderita gangguan pedofilia, maka pelaku tersebut tidak memiliki gangguan kesehatan yang harus diobati. Sehingga, tindakan kebiri kimia bukan hanya sebagai sanksi yang bertujuan rehabilitasi, tetapi mempunyai tujuan sebagai pembalasan dan sebagai wujud pertanggungjawaban atas tindak pidana yang telah ia perbuat, yang merupakan integrasi dari teori pembalasan (retributif) dan teori pencegahan (Relatif) atau yang biasa disebut dengan teori gabungan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/44953
    Collections
    • Master of Law [1540]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV