• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Economics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Economics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penerapan Manajemen Risiko Operasional Dana Zakat Pada Era New Normal (Studi Kasus: Baznas Daerah Istimewa Yogyakarta)

    Thumbnail
    View/Open
    18423125.pdf (6.206Mb)
    Date
    2023-03
    Author
    M. RAYHAN H. SYAHPUTRA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pada institusi zakat sangat mungkin terkena berbagai risiko operasional seperti transparansi alokasi dana zakat yang dapat menyebabkan kepercayaan masyarakat menurun, risiko lumpuhnya sistem jaringan/IT yang dapat menghambatnya transaksi pembayaran zakat atau risiko kehilangan data. Maka pada penelitian ini akan menganalisis mengenai penerapan manajemen risiko operasional pada era new normal di BAZNAS DIY, dengan menggunakan kerangka kerja ERM COSO Modifikasi yang dikembangkan oleh PUSKAS BAZNAS Indonesia. Peneltian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif, menggunakan pendekatan deskriptifanalitif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dari 12 risko operasional institusi zakat yang ada di BAZNAS DIY, adalah; (1) Penghimpunan berasal dari penghasilan ASN PEMDA sehingga tidak terindikasi harta non-halal. (2) sistem penyaluran dana zakat yang sudah terintegrasi antara sesama BAZNAS dengan menggunakan SIMBA. (3) Dilakukan pelatihan dan pengawasan dalam jangka waktu tertentu terhadap mustahik penerima zakat produktif. (4) Transparansi BAZNAS DIY sudah sangat baik, segala aktivitas dapat terekam dengan sistem manajemen yang digunakan. (5) Banyak rekening yang digunakan pada Bank Konvensional namun maksimal 3 bulan langsung disalurkan. (6) Dalam hal manajemen penyaluran, BAZNAS DIY menysun RKAT secara terperinci kapan dan dimana akan disalurkan. (7) Sistem jaringan/IT sudah dilengkapi dengan perangkat yang memadai, baik perangkat keras, maupun perangkat lunak sistem jaringan yang digunakan. (8) Kerja sama dengan mitra dilakukan dengan turut mengawasi program yang dibuat. (9) Evaluasi terhadap kegiatan program sangat rutin dilakukan. (10) Adanya kinerja amil dan hubungan yang baik antara horizontal dan vertikal BAZNAS DIY. (11) Persaingan yang sehat antara OPZ dengan saling mengkoordinasi. (12) Risiko kejahatan bagi mustahik mungkin saja terjadi maka mitigasi yang perlu dilakukan adalah dengan assessment agar layak disalurkan. Secara kesluruhan BAZNAS DIY sudah memiliki sistem manajemen risiko yang baik dan cukup terintegrasi. Risiko-risiko operasional dapat dikendalikan dan memiliki dampak kerugian risiko yang kecil terhadap BAZNAS DIY.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/44457
    Collections
    • Islamic Economics [1131]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV