• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implikasi Pengaturan Cuti Kampanye Bagi Kepala Daerah Incumbent Terhadap Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (189.0Kb)
    02 preliminari.pdf (1.788Mb)
    03 daftar isi.pdf (290.9Kb)
    04 abstract.pdf (180.7Kb)
    05.1 bab 1.pdf (593.9Kb)
    05.2 bab 2.pdf (498.2Kb)
    05.3 bab 3.pdf (610.7Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (411.0Kb)
    Date
    2017-03-27
    Author
    Setyawan, Aldhi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pemilihan kepala daerah (atau yang biasa disingkat pilkada) merupakan pesta demokrasi lokal yang dilakukan tiap 5 tahun sekali di masing-masing daerah di Indonesia, baik itu tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Pengaturan terkait cuti kampanye bagi calon kepala daerah incumbent yang diatur dalam Pasal 70 ayat (3) Undang-Undang No.10 Tahun 2016 seakan menuai pro kontra. Banyak yang menilai pengaturan tersebut akan berimplikasi positif terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pelaksanaan pilkada, namun banyak juga yang menilai pengaturan tersebut lebih banyak berimplikasi negatif. Peraturan terkait cuti kampanye bagi kepala daerah incumbent tidak berdiri sendiri, melainkan juga melahirkan Permendagri No.74 Tahun 2016 yang memuat tentang tugas dan wewenang Pelaksana Tugas (Plt) sebagai konsekuensi atas peraturan cuti kampanye bagi calon kepala daerah incumbent. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan sumber data sekunder yang berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data menggunakan teknik studi dokumen dan analisis data dengan sistem deskriptif-kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa: pertama, pengaturan cuti kampanye bagi calon kepala daerah incumbent memiliki implikasi positif dan negative dalam penerapannya. Implikasi tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan pilkada dan efektivitas tata kelola pemerintahan daerah. Kedua, oleh karena pengaturan cuti kampanye bagi kepala daerah incumbent memiliki implikasi positif dan negatif, peneliti menggagas solusi untuk menengahi hal tersebut. Solusi yang digagas peneliti adalah kepala daerah incumbent perlu cuti untuk kampanye, melainkan tetap menjalankan tugas yang telah diamanahkan. Namun selama masa kamanye berlangsung, calon kepala daerah incumbent harus diawasi oleh lembaga pengawas pemilu (Bawaslu) selama menjalankan tugas sebagai kepala daerah.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/4378
    Collections
    • Law [3447]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV