• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Relasi Maskulin Bapak Dan Anak Dalam Film “Ayah Menyayangi Tanpa Akhir” Dan “Sabtu Bersama Bapak”

    Thumbnail
    View/Open
    17321150.pdf (1.751Mb)
    Date
    2022
    Author
    ISMI NUZULIA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk pemaknaan relasi maskulin bapak dan anak dalam film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir dan Sabtu Bersama Bapak. Penelitian ini menggunakan teori area maskulinitas yang dikemukakan oleh Janet Saltzman Chafetz. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data semiotika Roland Barthes yang bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terdapat dalam film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir dan Sabtu Bersama Bapak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat relasi maskulin antara bapak dana anak dalam film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir dan Sabtu Bersama Bapak. Pada film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir ditemukan beberapa kesamaan maskulinitas pada bapak dan anak yaitu egois dan memiliki inisiatif untuk bertindak. Relasi maskulin bapak dan anak dalam film ini yaitu baik secara langsung maupun tidak langsung bapak berperan dalam perkembangan maskulinitas anak, dengan kata lain anak mengikuti maskulinitas bapak. Pada film Sabtu Bersama Bapak relasi maskulin antara bapak dan anak yaitu pesan-pesan dan gagasan pribadi bapak akan dijadikan pedoman bagi anak. Pada film Sabtu Bersama Bapak ditemukan kesamaan area maskulin yaitu fisik, intelektual dan interpersonal. Perbedaan relasi maskulin bapak dan anak dalam film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir dan Sabtu Bersama Bapak yaitu pada film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir maskulinitas diajarkan oleh bapak secara langsung tanpa perantara dan dilakukan secara tersirat. Sedangkan pada film Sabtu Bersama Bapak maskulinitas diajarkan oleh bapak dengan menggunakan perantara berupa video dan maskulinitas diajarkan secara terangterangan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/42205
    Collections
    • Communication [1422]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV