• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kinerja Batch Reaktor Biodiesel Pada Minyak Jelantah Dengan Uji Transesterifikasi Menggunakkan Katalis Kalsium Oksida (Cao)

    Thumbnail
    View/Open
    17513185.pdf (8.445Mb)
    Date
    2022-02-16
    Author
    FURQON NUR HANIFAN
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Minyak jelantah adalah minyak yang berasal dari minyak nabati maupun hewani yang sudah melalui proses penggorengan berulang-ulang sehingga dari komposisi kimianya mengandung senyawa-senyawa bersifat karsinogenik dan merusak lingkungan. Di lain hal, minyak jelantah dapat dikonversi menjadi sumber energi bahan bakar terbarukan yakni biodiesel. Bahan ini diubah menjadi metil ester asam lemak yang diproduksi melalui proses transesterifikasi dengan alkohol menggunakan katalis atau melalui proses transesterifikasi langsung asam lemak hasil hidrolisis minyak dengan alkohol. Penelitian ini dilakukan melalui perencanaan alat dan uji laboratorium dengan metode transesterifikasi menggunakkan batch reaktor dengan katalis basa heterogen Kalsium Oksida (CaO). Pengujian dilakukan dengan 2 (perlakuan) yang berbeda berdasarkan pada suhu pengolahan, waktu pengolahan, putaran pengadukan. Pada perlakuan pertama dilakukan pengolahan pada suhu 60 C dengan kecepatan putar pengadukan 200 rpm, 100 gr katalis CaO, serta 60 menit waktu pengolahan. Perlakuan yang kedua pada suhu 65 o o C dengan pengadukan berkecepatan 250 rpm, 100 gr katalis CaO, dan 60 menit lama pengolahan. Data hasil uji menunjukkan bahwa pada dari 2 variabel perlakuan didapatkan hasil terbaik pada uji densitas sebesar 900 kg/m3; kadar air 349 ppm; serta kadar FFA memenuhi proses transesterifikasi menggunakkan filter karbon menjadi senilai 1,83%. Minyak jelantah yang sudah diolah perlu diuji proses pengolahanya kembali meskipun sudah terdapat hasil kandungan gugus fungsi pembentuk senyawa metil ester (biodiesel) sepeti gugus fungsi ikatan C-O, ester, karbonil, dan >CO pada kelompok senyawa ester. Hasil kadar yield biodiesel yang didapat paling optimal sebesar 62,1% pada perlakuan yang kedua.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/38108
    Collections
    • Environmental Engineering [1832]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV