• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Representasi Ruang Bagi Penderita Skizofrenia Dalam Film A Beautiful Mind

    Thumbnail
    View/Open
    17321086.pdf (2.096Mb)
    Date
    2022-02-17
    Author
    ADELINA KURNIA RAFICA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Film A Beautiful Mind diangkat dari kisah perjuangan seorang ahli matematika jenius yang bernama John Forbes Nash. Ia berhasil menciptakan konsep ekonomi yang sampai hari ini dijadikan sebagai dasar dari teori ekonomi kontemporer. Sepanjang Perang Dingin berlangsung, Nash menderita skizofrenia yang membuatnya harus hidup dalam halusinasi dan selalu dibayangi ketakutan. Penelitian ini melihat bagaimana film tersebut menggambarkan ruang yang diciptakan bagi dan oleh penderita skizofrenia. Ruang yang dilihat peneliti merupakan ruang yang terbentuk di antara penderita skizofrenia dan orang- orang di sekitarnya. Bagaimana cara mereka berkomunikasi dan bagaimana orang normal memperlakukan penderita skizofrenia. Mengkaji secara mendalam, penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif kritis dengan metode analisis wacana kritis dari Norman Fairclough. Pendekatan kritis yang digunakan untuk menghasilkan data deskriptif, berupa tulisan, ucapan, maupun perilaku yang dapat diamati. Analisis wacana kritis digunakan untuk mengkaji aspek kebahasaan dan konteks-konteks yang terkait dengan aspek tersebut. Hasil yang didapat dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ruang sangat mempengaruhi proses penyembuhan John sebagai penderita skizofrenia. Respon lingkungan sekitar yang tidak menerima kehadiran penderita skizofrenia membuat kondisi yang dirasakan penderita semakin buruk sehingga memicunya untuk bertindak agresif. Sedangkan respon lingkungan keluarga dan orang sekitar yang menerima, sangat membantu proses penyembuhan penderita skizofrenia. Tekanan dan stress berlebih yang ada di sekitarnya juga dapat menjadi pemicu kembalinya gejala skizofrenia yang telah berangsur pulih. Untuk memulihkan kesadaran penderita skizofrenia pun, tidak perlu dilakukan pemasungan atau pengurungan. Cukup hanya dengan dukungan dari keluarga dan orang-orang disekitar.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/37971
    Collections
    • Communication [1433]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV