• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Resepsi Exo L Jogja Terhadap Maskulinitas Exo Dalam Musik Video Obsession

    Thumbnail
    View/Open
    17321001.pdf (1.799Mb)
    Date
    2021-05-31
    Author
    THRESNA SUCI SETYANINGRUM
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Grup musik EXO merupakan salah satu grup musik Korea Selatan yang sangat populer di dunia. Dengan pencapaian dan pencetusan album yang terbilang sukses dan selalu memiliki kosep yang sangat matang dibandingkan grup musik lainnya. Karena perbedaan konsep video dibanding video yang ada sebelumnya tersebut menarik peneliti untuk menjadikan MV Obsession sebagai objek penelitian karena peneliti ingin melihat bagaimana resepsi Maskulinitas EXO dalam music video Obsession oleh EXO L Jogja ? Penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive dengan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian merupakan anggota EXO L Jogja dengan range usia 19-26 th sehingga didapatkan sembilan narasumber yang termasuk kedalam kategori. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan dasar pertanyaan resepsi analisis terhadap video musik Obsession. Data primer adalah yang diperoleh langsung dari narasumber berdasarkan hasil wawancara yang berupa informasi data diri dari narasumber serta hasil dari beberapa pertanyaan yang telah dilontarkan oleh peneliti. Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan seluruh jawaban Dominan atau seluruh narasumber setuju terhadap penemuan sifat maskulin dalam music video tersebut. Yakni terhadap tiga sifat maskulin yaitu lelaki maskulin berani menunjukan keberanian, kekuatan, dan selalu menjaga penampilan. Lalu terdapat tiga narasumber memiliki jawaban oposisi terhadap pernyataan penggunaan riasan yang digunakan member saat melakukan syuting video klip tersebut. Sedangkan enam Narasumber lainnya memiliki jawaban dominan atau setuju dengan penjelasan bahwa penggunaan riasan tersebut hanyalah sebagai pendukung dari pembuatan video. Berdasarkan perbedaan argumen narasumber terhadap penggunaan riasan, peneliti menemukan makna maskulin baru yakni soft masculinity yang mana lelaki tetap di katakan dengan karakter laki-laki berwajah cantik, lembut, innocent dan pure.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/35108
    Collections
    • Communication [1430]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV