• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemanfaatan Abu Vulkanik Gunung Merapi Sebagai Bahan Tambahan Dalam Pembuatan Betonuntuk Meningkatkan Kekuatan Pada Umur Setelah 28 Hari

    Thumbnail
    View/Open
    05511040 Septavira Tri Agung S.pdf (9.478Mb)
    Date
    2011
    Author
    Septavira Tri Agung S
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Bencana alam hanya dikatakan sebagai masalah selama tidak disadari akan adanya suatu manfaat/hal positif yang bisa dikembangkan dari bencana alam tersebut. Dengan adanya peristiwa erupsi Gunung Merapi pada bulan Oktober 2010 di Jogjakarta dimana menyemburkan berbagai macam material sehingga mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitarnya. Salah satu material yang disemburkan ialah abu vulkanik. Seiring dengan perkembangan teknologi, tingkat kreatifitas, dan inovasi manusia semaking berkembang. Ahli konstruksi juga dituntut inovatif dalam pemelihan bahan konstruksi. Pemakaian beton sebagai material struktur merupakan alternatif yang paling banyak digunakan karena proses pengerjaan yang mudah, dapat disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi, mampu menahan beban yang berat. Digunakanlah abu vulkanik gunung merapi sebagai bahan penambah sebagian semen yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan mutu beton. Dimana semen merupakan salah satu komponen campuran beton yang utama dengan penganggaran biaya yang cukup mahal, sehingga dalam pemakaiannya harus seoptimal mungkin. Penelitian ini dilakukan untuk mencari manfaat dari bencana alam yang dapat berguna dalam dunia konstruksi, dalam hal ini abu vulkanik Gunung Merapi sebagai bahan penambah alternative campuran beton yang menambah konsumsi semen. Dalam pengujian ini pula dapat diketahui besarnya kuat tekan dan geser beton dengan campuran abu vulkanik gunung merapi tersebut yang kemudian didapat pula perbandingan antara kuat tekan dan geser real dengan kuat tekan dan geser teoritis. Persentase pencampuran abu vulkanik sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20% dari total berat semen yang direncanakan. Mekanisme pembebanan yang diberikan berupa beban statis untuk mendapatkan beban tekan maksimal dan beban geser maksimal pada benda uji. Penggunaan metode doe dalam penghitungan mix desain pada pembuatan benda uji beton silinder (diameter 15 cm, tinggi 30 cm) dan kubus (6 x 25 x 30 cm). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persentase pencampuran avu vulkanik gunung merapi sebesar 10% memiliki kuat tekan yg lebih tinggi sebesar 34,6 MPa disbanding persentase 5%, 15% dan 20%. Pada hasil pengujiankuat geser persentase pencampuran abu vulkanik sebesar 20% memiliki kuat geserpaling tinggi sebesar 2,19 MPa pada umur beton 48 hari. Kata kunci: penambah sebagian semen, abu vulkanik, kuat tekan beton, kuat geser beton.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/34644
    Collections
    • Civil Engineering [4779]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV