• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perlindungan Hukum Bagi Notaris Dengan Adanya Itikad Buruk Penghadap Yang Memberikan Keterangan Tidak Sebenarnya

    Thumbnail
    View/Open
    18921006 Cindy Nathasya Wattimena.pdf (1.906Mb)
    Date
    2021-04-22
    Author
    CINDY NATHASYA WATTIMENA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penulisan tesis ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis perlindungan hukum baginotaris dengan adanya itikad buruk penghadap yang memberikan keterangan yang tidak sebenarnya serta untuk mengetahui dan menganalisis apa dasar pertimbangan hakim sehingga notaris dipidana akibat itikad buruk para penghadap yang memberikan keterangan yang tidaksebenarnya.Penelitian ini adalah penelitian normatif. Didukung dengan bahan hukum/datasekunder yang berupa jurnal, buku serta bahan kepustakaan lain didukung oleh wawancarasebagai data pendukung serta bahan hukum/data primer berupa undang-undang. Pendekatanyang dilakukan oleh penulis ialah dengan pendekatan undang-undang (statue approach) dan pendekatan kasus yang dijelaskan secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian tesis ditemukan bahwa perlindungan hukum dalam hal pemanggilan Notaris oleh penyidik, penuntut umum,dan hakim harus mendapat persetujuan dari Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sesuai dengan Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 49/PUU-X/2012 yang menghapuskan ketentuanmengenai persetujuan oleh Majelis Pengawas Daerah (MPD). Perlindungan hukum yangdiberikan oleh Majelis Kehormatan Notaris sudah optimal pada kasus ini. Selain itu, perlindungan hukum yang juga seharusnya diberikan oleh aparat penegak hukum yakni penyidik, penuntut umum, dan hakim tidak maksimal. Pihak yang beritikad baik dalam kasusini yakni RD justru tidak dilindungi oleh hukum. Disamping itu Notaris dapat mengupayakanperlindungan hukum yang bersifat preventif guna pencegahan dari Notaris itu sendiri yaknibertindak profesional dengan mencari kebenaran materiil in casu, seharusnya notaris bisa menggali obyek hak yang sebelum menghadap notaris ternyata sudah terlebih dahulu di jualkepada pihak lain. Notaris tidak patut mendapatkan perlindungan hukum secara maksimalkarena bertindak lalai dan tidak bisa menjaga kepentingan para pihak terkait agar tetapterlindungi.Saran penulis, yakni kasus yang terjadi pada Notaris TP akibat kelalaiannya dalam menjalankan tugas jabatannya selaku Notaris seharusnya menjadi contoh dan peringatan terhadap seluruh kandidat calon Notaris dan Notaris yang sudah berpraktek bahwa Notaris jangan sekali-kali berkenan untuk diminta menyimpan sertifikat asli yang belum jelas peruntukkannya. Sebab bila terjadi permasalahan di kemudian hari Notaris bisa di ikutsertakan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/32689
    Collections
    • Master of Law [1540]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV