• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Disiplin Wisatawan Dalam Ziarah Wali Sunan Kudus

    Thumbnail
    View/Open
    17321135 Maulida Fitria Averoes.pdf (1.735Mb)
    Date
    2021-04-04
    Author
    ZAKIYYAH AINUN NAYYIROH
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sunan Kudus merupakan salah satu Wali yang menyebarkan Agama Islam di Kudus. Sepeninggal Sunan Kudus, Masjid Menara Kudus juga difungsikan sebagai Makam para ‘Alim Ulama yang juga berperan dalam menyebarkan Agama Islam, termasuk Sunan Kudus. Hal itulah yang kemudian membawa wisatawan datang ke Kudus untuk melakukan ziarah Makam Sunan Kudus. Teori yang digunakan penulis adalah Teori Disiplin milik Foucault, yang mana dijelaskan bahwa disiplin merupakan suatu mekanisme kontrol atas tubuh, yang kemudian dimaknai sebagai praktik dalam melaksanakan ziarah Wali Sunan Kudus. Dalam praktik ziarah Makam Wali Sunan Kudus, para peziarah memiliki ritualnya dan kepercayaannya masing-masing. Kepercayaan tersebut berasal dari pola komunikasi, yang terbentuk dari adanya kontrol aktivitas (Foucault, 1978), latar belakang kehidupan, keluarga, dan juga pendidikan yang dijalani oleh setiap peziarah. Alasan inilah yang kemudian ingin penulis teliti, bagaimana kemudian disiplin wisatawan dalam ziarah Sunan Kudus dalam pembentukan situs Sunan Kudus sebagai objek wisata religi. Metodologi penelitian yang digunakan menggunakan paradigma kritis dengan metode analisis wacana kritis. Peziarah datang juga tidak hanya berniat untuk melakukan ziarah, tetapi perjalanan yang dilakukan para peziarah dengan mengunjungi Makam Sunan Kudus merupakan sebuah wisata, yang dipengaruhi oleh pemaknaan simbol akulturasi budaya yang ada di area Makam, yang berupa adanya menara, dan bangunan-bangunan yang memiliki corak seperti candi. Tetapi tidak semua peziarah memaknai ziarah yang mereka lakukan adalah sebuah wisata, tergantung perjalanan yang mereka tempuh hingga mencapai tujuan. Umumnya, para peziarah yang berasal dari luar kota lah yang menganggap ziarah wali Sunan Kudus merupakan sebuah wisata religi. Walau begitu, praktik yang dilakukan dalam ziarah makam Sunan Kudus berbeda-beda, tergantung niat dan kepentingan masing-masing.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/30571
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV