• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Museum Budaya Melayu Transformasi Tipologi Rumah Melayu Tradisional pada Tata Ruang Luar Museum Budaya Melayu Lokasi: Kota Pangkalpinang-Provinsi Bangka Belitung

    Thumbnail
    View/Open
    00512188 Indra Setiawan Syamsi.pdf (4.437Mb)
    Date
    2004
    Author
    Indra Setiawan Syamsi, 00512188
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Museum Budaya Melayu di Pangkalpinang,Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merupakan Fasilitas yang dapat mendukung perkembangan Kebudayaan Melayu yang ada, terutama bagi perkembangan Kebudayaan Melayu di Kepulauan Bangka Belitung. Museum ini memiliki Fasilitas Utama seperti ruang Display 2Dimensi maupun 3 Dimensi. dan didukung pula dengan Fasilitas lainnya seperti : Ruang Pertunjukan, Perkantoran, Auditorium, serta adanya Fasilitas berupa Cafe Indoor dan Perpustakaan yang menjadi daya tarik tersendiri pada Museum Budaya Melayu. Mentransformasikan Tipologi Rumah Melayu Tradisional kedalam penataan Ruang Luar merupakan Konsep Utama dalam mendesain Museum Budaya Melayu, dengan penekanan pada Pola Ruang yang ada pada Rumah Melayu Tradisional. Skematik Desain meliputi pengembangan penekanan Desain dengan berdasarkan Konsep Tipologi Rumah Melayu Tradisional pada Tata Ruang Luar Museum Budaya Melayu pada Site di Pangkalpinang yang berdekatan dengan Pantai Pasir Padi yang merupakan Objek Wisata Utama yang ada di Kota Pangkalpinang. Skema Perwilayahan Kegiatan merupakan penerapan Transformasi Tipologi Pola Ruang yang ada pada Rumah Melayu Tradisional sehingga membagi Bangunan menjadi Lima Massa Bangunan, dan mengkategorikan berdasarkan Pelaku Kegiatan pada sebuah Museum. Skema Gubahan Massa terbentuk berdasarkan Orientasi Site dan Gabungan penerapan Alam serta mentransformasikan Gubahan bentuk Rumah Melayu. Skema Sirkulasi ruang luar dibuat mengikuti bentuk massa dengan menggunakan penerapan Pelaku Kegiatan yang ada pada Rumah Melayu Tradisional. Gerbang Bangunan memberikan nilai Monumental tersendiri, serta sebagai " Welcome Entrance" ( Jalan masuk utama ) dan keluar masuknya pengunjung serta Karyawan adalah melalui Gerbang Museum. Skema Tata Hijau diletakkan mengelilingi Bangunan yang berfungsi sebagai Barrier serta pembatas dengan lahan di sebelahnya. Hasil akhir pada Transformasi Tipologi ini adalah Pengembangan Deasin yang telah disusun. Beberapa penerapan diungkapkan pada penataan ruang-ruang Luar Museum seperti Pola Ruang Display ( sebagai massa Bangunan Utama ), Perkantoran, Ruang Pertunjukan, Auditorium, Cafe serta Perpustakaan, Basement yang merupakan penerapan fungsi dari Panggung pada Rumah Melayu Tradisional serta Balcon depan dengan bentukan Tradisional Melayu diharapkan dapat memberikan kesan tegas sebuah Kebudayaan yaitu Kebudayaan Melayu.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/21313
    Collections
    • Architecture [3971]

    Related items

    Showing items related by title, author, creator and subject.

    • Pusat Wisata Kuliner Dan Souvenir Khas Melayu Di Kawasan Wisata Sejarah Kota Pekanbaru Dengan Penerapan Konsep Arsitektur Melayu 

      Rahima, Indryami (Universitas Islam Indonesia, 2017-01-24)
      Tourism sector development in Pekanbaru is growing rapidly, despite lack of facility and infrastructure for tourist needs, which one of them is culinary and souvenir typical of Malay. In other hand, since it is located ...
    • Pusat Kebudayaan Melayu di Pontianak sebagai Wadah Pelestarian Seni dan Budaya Transformasi Arsitektur Melayu Pada Citra Visual Bangunan 

      Rahmany, Urny (UII Yogyakarta, 2005)
      Keberadaan Pusat Kebudayaan Melayu di Pontianak menjadi penting adanya ketika arus globalisasi yang memperkuat akulturasi budaya tidak bisa terelakkan lagi dan mulai merubah budaya masyarakat Kalimantan Barat pada umumnya ...
    • Pusat Kebudayaan Melayu di Pontianak Sebagai Wadah Pelestarian Seni dan Budaya Transformasi Arsitektur Melayu pada Citra Visual Bangunan 

      Urny Rahmany, 01512093 (Universitas Islam Indonesia, 2005)
      Keberadaan Pusat Kebudayaan Melayu di Pontianak menjadi penting adanya ketika arus globalisasi yang memperkuat akulturasi budaya tidak bisa terelakkan lagi dan mulai merubah budaya masyarakat Kalimantan Barat pada umumnya ...

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV