• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Petani Dalam Pusaran Konflik Agraria (Analisis Semiotika Terhadap Poster Karya Andrew Lumban Gaol „Anti-Tank Project‟ Tentang Petani Korban Konflik Agraria Di Yogyakarta)

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.jpg (247.4Kb)
    01 cover.pdf (249.6Kb)
    03 daftar isi.pdf (328.1Kb)
    04 abstract.pdf (247.5Kb)
    05.2 bab 2.pdf (737.8Kb)
    05.5 bab 5.pdf (428.9Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (300.2Kb)
    Date
    2019-11-12
    Author
    Trinanda Rizqi Abadi, 15321052
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Konflik agraria terjadi di berbagai daerah Indonesia. Catatan akhir tahun 2016 Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) melaporkan telah terjadi 450 konflik agraria di hampir seluruh wilayah di Indonesia, melibatkan konflik antara warga dengan aparat negara. Hal ini juga terjadi di Yogyakarta, di mana sebagian masyarakat digusur lahannya demi kepentingan korporat. Dari berbagai konflik agraria, petani adalah sebagian dari sekian banyaknya korban. Anti-Tank Project selaku seniman jalanan mencoba menyuarakan berbagai konflik agraria melalui media poster yang tersebar di sudut-sudut Yogyakarta dan rumah-rumah warga yang masih bertahan dari penggusuran. Anti-Tank Project mencoba merepresentasikan petani sebagai korban dari konflik agraria melalui kelima posternya. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika teori Charles S. Peirce untuk meneliti lima poster Anti-Tank Project, yakni Bertani Bergenerasi; Bertani Kita Teguh; Daulat Tani Tanpa Penggusuran; Tolak Kriminalisasi Petani: Tolak Penggusuran; Petani Ditembak (Di sini tambang, di sana tambang, di mana-mana petani ditembak). Disinggung juga mengenai penjelasan maupun teori tentang seni jalanan sebagai perlawanan. Adapun teori tentang agraria di mana berfokus pada konflik agraria, seperti mengenai pengertian agraria dan Hukum Agraria dalam UUPA. Figur petani yang direspon atau dimunculkan dalam poster Anti-Tank menunjukkan bahwa petani sebagai kaum yang termarjinalkan, di mana petani seringkali menjadi korban dalam konflik agraria. Meski begitu, Anti-Tank lebih menunjukkan citra petani yang melawan. Ini dilihat dari tiap-tiap objek pada temuan peneliti di lima poster tersebut.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/17506
    Collections
    • Communication [1430]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV