• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENGGUNA OBAT ANTISEPTIK DAN HEMOSTATIK (Studi: Korban Medisio di Yogyakarta)

    Thumbnail
    View/Open
    SKRIPSI RIKA GITA Q.D (15410099).pdf (1.733Mb)
    Date
    2019-02-14
    Author
    RIKA GITA QUINNA DEWI, 15410099
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Studi ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami perlindungan hukum bagi pengguna obat antiseptic dan hemostatic (studi: korban medisio di Yogyakarta). Hal tersebut dilatarbelakangi kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai perlindungan konsumen sehingga menyebabkan masyarakat tidak mengetahui kemana mereka harus melakukan aduan apabila mengalami kerugian akibat mengkonsumsi suatu produk. Rumusan Masalah yang diajukan adalah Bagaimana peranan BPOM dalam mengawasi obat Medisio dan Bagaimana perlindungan hukum bagi konsumen terhadap perusahaan penyedia obat tidak berizin pada transaksi konsumen Medisio. Penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan sosiologis/empiris. Jenis data yang digunakan adalah bahan data prime, data hukum sekunder, dan data hukum tersier. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, studi pustaka dan studi dokumen. Data yang terkumpul kemudian dianalisa melalui analisis data kualitatif. Dari hasil analisis tersebut di atas, penelitian menyimpulkan bahwa peran BPOM dalam mengawasi obat Medisio belum berjalan maksimal, hal ini dapat dilihat dari kurangnya dalam pengawasan pre-market dan post market. Pada pengawasan pre-market BPOM lemah pada proses pemantauan serta evaluasi. Sedangkan pada post-market yaitu pada tahap pengawasan distribusi mengenai konsistensi keamanan melalui monitoring efek samping obat (MESO). Perlindungan hukum bagi konsumen terhadap perusahaan penyedia obat tidak berizin pada transaksi konsumen Medisio belum berjalan secara maksimal. Hal ini dikarenakan konsumen yang dirugikan belum memperoleh hak-haknya secara penuh sebagaimana yang dijelaskan dalam Pasal 4 UUPK. Selain itu pelaku usaha tidak
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/14285
    Collections
    • Law [3440]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV