• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Problematika Yuridis Pengaturan Pemberhentian Presiden Menurut Pasal 7B UUDNRI Tahun 1945 “Studi Latar Belakang Munculnya Pasal 7B UUDNRI Tahun 1945”

    Thumbnail
    View/Open
    1. BAB I - 14410600.pdf (530.9Kb)
    DAFTAR PUSTAKA - 14410600.pdf (539.0Kb)
    14410600.pdf (1.342Mb)
    Date
    2019-02-22
    Author
    FARAND KURNIA ROSIDI, 14410600
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tatacara pemberhentian presiden di Indonesia masih menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi mekanisme pemberhentian presiden dianggap sudah baik karena dilakukan melalui tahapan yang jelas dan tegas yang dilakukan tiga lembaga negara yaitu DPR, MK, dan MPR, dan sesuai berdasarkan muatan berbagai konstitusi diberbagai Negara. Namun disisi lain menimbulkan perdebatan karena permasalahan pengaturan pemberhentian presiden saat ini diniai sangat kental dengan nuansa politik. Berangkat dari hal tersebut, maka muncul pertanyaan: Bagaimanakah problematika yuridis pengaturan pemberhentian presiden menurut pasal 7B UUDNRI tahun 1945? Serta mengapa para anggota MPR pada waktu itu merumuskan pasal 7B terutama ayat 3 dan 7 sangat multitafsir? Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach). Data penelitian dikumpulkan dengan cara wawancara studi pustaka, undang-undang, dan wawancara. Serta analisis data yang digunakan dalam skripsi ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan mengenai pemberhentian presiden masih terdapat beberapa problema seperti prosesnya yang kental dengan dimensi politik dimana tentunya akan mengutamakan kepentingan politik daripada kepentingan hukum. Serta ditemukan masalah pada ketentuan kuorum yang dapat memungkinkan legislatif menggunakan ketentuan tersebut untuk menjatuhkan presiden ataupun melindungi presiden dari pelanggaran yang dilakukannya sehingga walaupun presiden terbukti bersalah, presiden tidak dapat diberhentikan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/14283
    Collections
    • Law [3502]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV