• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PEMBATASAN AKTA AUTENTIK YANG DIBUAT OLEH/ATAU DI HADAPAN NOTARIS BERDASARKAN PERATURAN DEWAN KEHORMATAN PUSAT IKATAN NOTARIS INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2017

    Thumbnail
    View/Open
    BAB I.pdf (361.8Kb)
    BAB II.pdf (609.9Kb)
    BAB III.pdf (374.2Kb)
    BAB IV.pdf (159.5Kb)
    CV.pdf (558.2Kb)
    DAFTAR PUSTAKA.pdf (396.4Kb)
    FULL TESIS.pdf (5.222Mb)
    HALAMAN PERTAMA.pdf (2.897Mb)
    LAMPIRAN.pdf (163.7Kb)
    PENGESAHAN TESIS.pdf (462.2Kb)
    Date
    2019-01-25
    Author
    YOSE TRIMIARTI, 16921072 S.H.
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini akan menjawab mengenai bagaimanakah akibat hukum terhadap pembatasan akta autentik yang dibuat oleh/atau di hadapan Notaris berdasarkan Peraturan Dewan Kehormatan Pusat Ikatan Notaris Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 dan apakah sanksi yang diterapkan terhadap Notaris dalam membuat akta autentik melebihi ketentuan Peraturan Dewan Kehormatan Pusat Ikatan Notaris Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 serta bagaimana mekanisme penerapan sanksi tersebut. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis apakah akibat hukum, sanksi yang diterapkan, dan bagaimana mekanisme penerapan sanksi terhadap pembatasan akta autentik yang dibuat oleh/atau dihadapan Notaris berdasarkan Peraturan Dewan Kehormatan Pusat Ikatan Notaris Indonesia Nomor 1 Tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunkaan metode Normatif yang didukung dengan data dari wawancara narasumber. Objek penelitian ini difokuskan untuk mengkaji akta autentik yang dibuat Notaris melebihi jumlah batas kewajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan, akibat hukum terhadap pembatasan akta autentik yang dibuat oleh/atau di hadapan Notaris berdasarkan Peraturan Dewan Kehormatan Pusat Ikatan Notaris Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 adalah akta dapat menjadi akta menjadi di bawah tangan (terdegradasi) atau menjadi batal demi hukum yang dapat dijadikan dasar untuk menggugat Notaris dalam perbuatan melawan hukum sehingga Notaris harus mengganti segala kerugian yang di alami oleh para pihak, kemudian juga Notaris menjadi objek pemeriksaan Dewan Kehormatan Notaris, kemudian Sanksi yang diterapkan berupa sanksi yang bersifat Internal berupa teguran, pemberhentian sementara dalam keanggotaan organisasi, dan pemberhentian secara hormat sampai pemberhentian tidak hormat dalam keanggotaan organisasi yang hanya berpengaruh kepada hak untuk berorganisasinya dan tidak melibatkan jabatannya sebagai Notaris sehingga akta yang dikeluarkan oleh Notaris tersebut setelah mendapatkan sanksi akan tetap autentik apabila tidak ada para pihak yang mempermasalahkannya. Namun pelaksanaan pengawasan dan pemberian sanksi yang dilakukan oleh Dewan Kehormatan Daerah (DKD) yang berkoordinasi dengan MPD sampai saat ini terhadap Notaris kota Yogyakarta belum maksimal dan Notaris yang terindikasi dalam pembuatan akta melebih batas kewajaran masih dalam tahap Teguran lisan dan belum ada peningkatan sanksi.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/13959
    Collections
    • Master of Law [1560]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV