• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    ASRAMA INKLUSIF MAHASISWA BABARASI DEPOK SLEMAN DENGAN PENDEKATAN LIVING COMMUNAL SPACE

    Thumbnail
    View/Open
    02 Preliminary.pdf (2.846Mb)
    03 ABSTRAK.pdf (129.1Kb)
    04 DAFTAR ISI.pdf (126.0Kb)
    05.1 BAB I.pdf (1.503Mb)
    05.2 BAB II.pdf (997.0Kb)
    05.3 BAB III.pdf (2.344Mb)
    05.4 BAB IV.pdf (2.361Mb)
    05.5 BAB V.pdf (507.7Kb)
    05.6 BAB VI.pdf (103.4Kb)
    06 Lampiran 0.pdf (15.97Mb)
    06 Lampiran 1.pdf (49.78Mb)
    06 Lampiran 2.pdf (28.02Mb)
    Date
    2019-02-06
    Author
    Fauzan Meidy Akbar, 13512058
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tujuan utama dari perancangan ini adalah merancang bangunan asarma yang mendukung semua kegiatan mahasiswanya dan memiliki tingkat keamanan tinggi sedangkan tujuan khusus dari perancangan ini adalah merancang bangunan asrama yang inklusif, dalam artian tanpa memperdulikan latar belakang seseorang sehingga mereka dapat hidup berdampingan dan saling tolong menolong satu sama lain dan menjadikan lingkup bangunan ini menjadi living communal space yang memberikan rasa aman bagi para penghuninya. Daerah Babarsari dipilih untuk menjadi basis dari perancangan ini dikarenakan adalah history kota tersebut adalah kota yang padat hunian mahasiswa tapi berbanding terbalik dengan keamanan yang didapatkan para penghuninya diakibatkan sikap individualis yang masih melekat pada seorang mahasiswa yang harus ditumpas melalui desain ini dengan kecakapan teori CPTED ( crime prevention through environtmental design ) yang menjadikan para penghuni kosan / kontrakan menjadi watchdog untuk lingkungannya sendiri. Sederhananya adalah ketika rancangan rancangan lain mewajibkan untuk adanya security khusus untuk mengamankan bangunan, dalam teori CPTED hal tersebut di minimalisir sekecil mungkin dan memperbanyak atau menambahkan jam aktivitas penghuni sehingga bangunan tersebut terpantau sendiri secara langsung oleh penghuni bangunan tersebut. Dalam rancangan ini, gate atau gerbang adalah hal yang tidak perlu digunakan dalam rancangan bangunan tapi bagaimana cara merancang lingkungan bangunan dengan menempatkan watchdog – watchdog tadi untuk berada di bagian entrance sampai pintu pertaman main building yakni dengan cara menerapakan bangunan co working maupun communal space yang berada di outdoor sehingga para pengunjung yang sedang menempati areal tersebut sadar dan menjadi watchdog secara tidak langsung bagi penghuni lain disekitarnya dan memberikan rasa aman ketika ada banyak orang disekitar maupun sedikit. Data tanaman, orientasi bangunan, serta orientasi coworking & communal space sangat berpengaruh untuk perancangan ini. Metode perancangan lebih diutamakan pada lanskap dan pengolahan ruang dalam bangunan. Dengan perancangan ini, maka didapat bangunan yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi serta menginklusifkan kegiatan para penghuni bangunan ini
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/13557
    Collections
    • Architecture [3993]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV