• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PERANAN DAN KEDUDUKAN NOTARIS/PPAT DALAM AKAD MURABAHAH DENGAN JAMINAN HAK ATAS TANAH YANG BERSERTIPIKAT GANDA PADA BANK KALBAR SYARIAH

    Thumbnail
    View/Open
    DAFTAR ISI.pdf (1.216Mb)
    SCAN PENGESAHAN DAN PERNYATAAN.pdf (1.331Mb)
    TESIS 1.0-converted.pdf (649.5Kb)
    DAFTAR PUSTAKA-converted.pdf (147.7Kb)
    Date
    2018-12-21
    Author
    PUTRI NIRMALASARI, 16921063
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran dan kedudukan Notaris/PPAT dalam Akad Murabahah pada Bank KALBAR, serta kedudukan Akad Murabahah dimana Jaminan Hak Tanggungan yang dibuat Notaris/PPAT merupakan sertipikat ganda. Jenis penelitian ini adalah yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan konawptual. Metode analisis yang digunakan adalah kualitatif yaitu dari data yang diperoleh dilapangan dianalisis dan digabungkan kemudian disajikan secara deskriptif dalam bentuk karya ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Peran Notaris/PPAT dalam pembuatan Akad Murabahah ialah yang mengesahkan atau melegalisasi Akad Murabahah yang telah dibuat dibawah tangan antara pihak Bank dan kreditur. Sehingga Akad Murabahah yang telah dilegalisasi oleh Notaris/PPAT tersebut mengikat pihakpihak yang ada dalam Akad itu sendiri, apabila terjadi sengketa mengenai isi perjanjian maka Notaris/PPAT tidak dapat dikatakan terlibat dalam pelaksanaan kewajiban dan dalam penuntutan suatu hak. Sedangkan peran PPAT dalam pembuatan akad Murabahah adalah sebagai yang mengeluarkan APHT dari agunan yang digunakan sebagai jaminan atas akad tersebut. Kedudukan akad Murabahah yang menggunakan sertipikat ganda pada satu bidang tanah yang sama sebagai agunannya apabila sertipikat yang digunakan sebagai agunan ternyata adalah sertipikat yang sesungguhnya, maka akad murabahah tersebut dapat dilanjutkan, namun apabila ternyata sertipikat tersebut adalah merupakan sertipikat palsu dan telah dibuktikan, maka akad murabahah semestinya tidak sah sehingga akad batal atau di ganti dengan agunan lain yang sama nilainya. Dalam proses penyaluran dana pinjaman kepada masyarakat, pihak Bank dan pihak BPN harus melakukan pemeriksaan secara teliti terhadap agunan yang akan diajukan oleh nasabah, agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan dikemudian hari.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/13253
    Collections
    • Master of Law [1560]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV