• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENGATURAN HAK IMUNITAS TERHADAP ANGGOTA PARLEMEN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA DAN FILIPINA (Studi Lembaga Perwakilan terkait Pemberian Hak Imunitas)

    Thumbnail
    View/Open
    Pengaturan Hak Imunitas Terhadap Anggota Parlemen dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Filipina (Studi lembaga perwakilan terkait Hak Imunitas).pdf (1.697Mb)
    Date
    2018-12-13
    Author
    M. HARYO SENAAJI, 14410565
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian dengan judul “Pengaturan Hak Imunitas Terhadap Anggota Parlemen Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Filipina” bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaturan hak imunitas terhadap anggota parlemen dalam sistem ketatanegaraan Indonesia dan Filipina, untuk mengetahui bagaimana perbedaan dan persamaan dalam pengaturan pemberian hak imunitas terhadap anggota parlemen di negara Indonesia dan Filipina serta untuk mengetahui konsekuensi yang muncul dari adanya pemberian hak imunitas kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia dan Filipina. Penelitian ini bersifat normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari penelitian kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Filipina mengatur dan menjamin pemberian serta perlindungan terhadap hak imunitas dalam konstitusinya. Hak imunitas ini dimaksudkan untuk agar anggota parlemen dapat menjalankan tugasnya sebagai seorang wakil rakyat dengan baik, bukan menjadikan dirinya kebal terhadap hukum. Perbedaan yang membedakan antara Indonesia dan Filipina dalam hal pemberian hak imunitas bahwa di Filipina seorang anggota parlemen tidak dapat dihukum lebih dari enam tahun penjara. Dengan adanya pemberian hak imunitas ini seorang anggota parlemen tidak perlu merasa takut dalam menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai seorang wakil rakyat dengan maksimal. Namun dalam prakteknya hak imunitas sering dijadikan sebagai tameng atau dinding perlindungan bagi para anggota parlemen agar terhindar dari tuntutan hukum. Berkaitan dengan hak imunitas ini penting untuk dibatasi dengan peraturan khusus, hal ini diharapkan mampu untuk mengatasi permasalahan dan penyalahgunaan atas hak istimewa ini. Pemerintah diharapkan dapat tegas dan bertindak demi kepentingan masyarakat.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/12917
    Collections
    • Law [3447]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV