• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PERBANDINGAN SISTEM LEMBAGA PERWAKILAN BIKAMERAL INDONESIA DAN PERANCIS (Studi Lembaga Perwakilan terkait Tugas, Fungsi, dan Wewenang)

    Thumbnail
    View/Open
    RYAN KHARISMA AKBAR.pdf (592.3Kb)
    Date
    2018-10-12
    Author
    RYAN KHARISMA AKBAR, 14410576
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Studi dengan judul “Perbandingan Sistem Lembaga Perwakilan Bikameral Indonesia dam Perancis (Studi Lembaga Perwakilan terkait Tugas, Fungsi, dan Wewenang )bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem bikameral Indonesia yang dibandingkan dengan sistem bikameral di Perancis serta mengetahui perbedaan tugas, fungsi, dan wewenang sistem bikameral di Indonesia dan Perancis. Penelitian ini termasuk tipologi penelitian hukum normatif. Data penelitian bersumber dari bersumber dari data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan cara studi dokumen serta studi pustaka, yang diolah dengan pendekatan yuridis normatif dan dianalisis dengan analisis deskriptif-kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini permasalahan utama muncul di DPD sebagai kamar kedua dalam sistem parlemen bikameral di Indonesia. DPD sangat terbatas perannya dalam parlemen karena hanya dapat mengajukan rancangan dan memberi pertimbangan namun tidak mendapat tempat yang sejajar dengan DPR, sehingga DPR dapat dikatakan memiliki kendali yang kuat atas parlemen di Indonesia. Hal ini jelas membuat lembaga perwakilan di Indonesia masihlah sangat lemah apabila dibandingkan dengan lembaga perwakilan yang ada di negara Perancis yang memiliki sistem bikameral yang kuat. Berdasarkan pemaparan terkait tugas, fungsi, dan wewenang dari lembaga perwakilan di Perancis yaitu Senat dan National Assembly. Kedua lembaga perwakilan tersebut dapat disebut sebagai lembaga perwakilan bikameral yang kuat apabila dilihat dari segi pembagian tugas, fungsi dan wewenangnya kedua lembaga ini sejajar. Senat dan National Assembly apabila terdapat perbedaan dalam memutuskan pemutusan undang-undang maka dilakukan berdasarkan mekanisme one chamber decision dalam hal ini kamar pertama yang menentukan. Senat dan National Assembly sama-sama memiliki kewenangan mengajukan mosi tidak percaya kepada kebijakan pemerintah. Oleh karena itu negara Perancis dijadikan negara pembanding bagi Indonesia. Hal ini terlihat apabila menilik dari berjalannya sistem bikameral yang ideal dan bersifat kuat yang patut ditiru bagi parlemen di Indonesia.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/11873
    Collections
    • Law [3385]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV