• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Rekayasa Ulang Proses Bisnis: Studi Kasus pada Proses Pengolahan Tepung Sagu di Desa Daleman, Tulung, Klaten, Jawa Tengah

    Thumbnail
    View/Open
    Preliminary.pdf (208.7Kb)
    DAFTAR GAMBAR.pdf (179.5Kb)
    Daftar Isi.pdf (183.8Kb)
    BAB I.pdf (297.2Kb)
    BAB II.pdf (856.0Kb)
    BAB III.pdf (469.2Kb)
    BAB IV.pdf (983.1Kb)
    BAB V.pdf (178.0Kb)
    DAFTAR PUSTAKA.pdf (312.4Kb)
    DAFTAR TABEL.pdf (176.2Kb)
    LAMPIRAN.pdf (876.8Kb)
    Date
    2018-05-31
    Author
    Asmarawati, Citra Indah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sebagian besar masyarakat indonesia menjadikan beras sebagai makan pokok. Hal ini menyebabkan kebutuhan dan konsumsi akan beras semakin tinggi. Jumlah produksi beras yang tidak sebanding dengan jumlah konsumsi beras dari data Badan Pusat Statistik Indonesia pada tahun 2014 jumlah konsumsi beras perkapita dalam seminggu sebesar 1,626 kg dan produksi gabah kering sebanyak 70,35 juta. Jika dibiarkan dapat menyebabkan krisis pangan dan kertergantungan akan impor beras, untuk itu menghindari hal ini perlu adanya alternatif pengganti beras. Indonesia sendiri yang memiliki hasil perkebunan dan pertanian cukup melimpah, seperti sagu, jagung, singkong, ubi, talas dan lain-lainnya yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti beras sebagai sumber karbohidrat.Salah satu sumber karbohidrat yang pemanfaatan belum optimal adalah sagu. Sagu merupakan makan pokok bagi masyarakat di Indonesia di bagian timur. Proses pengolahan sagu bisa dilakukan secara tradisional, semi-mekanis dan mekanis. Produksi tepung sagu di Indonesia kebanyakan masih menggunakan cara tradisional. Diprediksikan 4,55 juta ton pati tidak dimanfaatkan dengan baik dikarenakan masyarakat masih mengolah sagu secara tradisional. Terdapat beberapa beberapa alasan mengapa suatu industri perlu melakukan rekayasa ulang proses bisnis. Pada proses pengolahan tepung sagu di desa Daleman, Tulung, Klaten, Jawa Tengah penyebab perlunya dilakukan rekaysa ulang proses bisnis karena pada proses pengolahan tepung sagu membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan proses produksi sering terganggu pada saat hujan karena proses pengeringan tepung sagu menjadi tidak optimal. Berdasarkan penelitian sebelumnya belum pernah ada yang melakukan rekayasa ulang proses bisnis pada pengolahan tepung sagu.Dari hasil rekayasa ulang proses bisnis ini diperoleh beberapa peningkatan, seperti rendemenen pati yang meningkat menjadi 24,34%, kapasitas produksi menjadi lebih besar yaitu 33.116 kg/ bulan dan harga pokok produksi menjadi Rp. 3.196/ kg dan harga jual menjadi Rp. 6.027/kg.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/10181
    Collections
    • Master of Industrial Engineering [244]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV