• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Gegar Budaya Di Ruang Multikultur: Studi Deskriptif Kualitatif Pada Wisatawan Asing Di Kawasan Prawirotaman Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    12321136 Lovida.pdf (11.81Mb)
    Date
    2017
    Author
    Lovida
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Lovina Maruti Purbosari 12321136. Gegar Budaya Di Ruang Multikultur: Studi Deskriptif Kualitatif Pada Wisatawan Asing Di Kawasan Prawirotaman Yogyakarta Wisatawan asing yang baru datang di kawasan baru biasanya mereka akan mengalami gejala culture shock. Adanya gejala tesebut memang sering di alami pada seseorang yang di tempat kan pada lingkungan yang baru.Sama halnya dengan wisatawan asing yang datang di kawasan Prawirotaman Yogyakarta mereka memerlukan penyesuaian terhadap lingkungan agar tidak mengalami gejela culture shock. Untuk dapat mengatasi gejala tersebut mereka memerlukan adanya komunikasi antara pendatang dengan warga sekitar, serta beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Menyesuaikan dari budaya, kebiasaan, makanan dan bahasanya. Penelitian ini dikategorikan dalam wisatawan yang melakukan perjalanan Traveller dan Backpacker. Bagaimana mereka mengalami gejala culture shock dan bagaimana mereka mengatasinya, serta apa yang mendukung jika di kawasan Prawirotaman adalah termasuk Kampung yang multikultur. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif dilakukan dengan mengumpul kan informasi dari orang-orang yang terkait dan setelah itu dirumuskan untuk menjadi generalisasi yang kemudian dapat diterima oleh akal sehat. Dalam penelitian ini peneliti akan mengunakan para digmainterpretif. Hasil penelitian menunjuk kan bahwa culture shock yang di alami backpacker dan traveller memiliki persamaan, namun mereka memiliki pengalaman berbeda saat mengalami gejala culture shock di kawasan Prawirotaman. Adanya reaksire-entry shock menunjukkan salah satu gejala yang di alami wisatawan asing saat kembali kenegaranya. Kawasan Pawirotaman juga sudah mendukung dari segala aspeknya untuk dijadikan sebagai kawasan yang Multikultur.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/27507
    Collections
    • Communication [1430]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV