• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    TANGGUNG JAWAB PENGEMBANG TERHADAP KONSUMEN AKIBAT WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI APARTEMEN (Studi kasus: Jual Beli Apartemen Malioboro City)

    Thumbnail
    View/Open
    1641016 Fania Athaya Salsabila.pdf (2.169Mb)
    Date
    2020
    Author
    Fania Athaya Salsabila
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui tanggung jawab pengembang terhadap konsumen akibat wanprestasi dalam perjanjian jual beli apartemen di Apartemen Malioboro City. Penelitian ini mengangkat dua rumusan masalah yakni Bagaimana tanggung jawab pengembang terhadap konsumen akibat wanprestasi dalam perjanjian jual beli apartemen (Studi kasus: Sengketa Apartemen Malioboro City)? dan Bagaimana perlindungan hukum konsumen apartemen terhadap pengembang yang dinyatakan pailit (Studi kasus: Jual Beli Apartemen Malioboro City)? Data penelitian dikumpulkan dengan cara studi pustaka dan dokumen, serta wawancara dengan narasumber. Analisa data dilakukan dengan pendekatan yuridis (perundang-undangan). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa belum adanya tanggung jawab yang diberikan oleh pihak pengembang, mestinya pengembang memberikan tanggung jawab berupa ganti rugi pengembalian uang yang sejenis atau setara nilainya. Dalam hal ini kerugian yang dialami konsumen yaitu berkisar antara Rp. 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) hingga Rp. 600.000.000 (enam ratus juta rupiah). Terkait tidak dipenuhinya fasilitas lapangan basket dan jogging track, maka pengembang dapat mendapat sanksi administratif sesuai dengan Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun. Adapun perlindungan hukum bagi konsumen apartemen sebagai kreditur konkuren apabila pengembang dinyatakan pailit yaitu Perlindungan hukum preventif sebagai upaya pencegahan dan Perlindungan Hukum Represif. Saran yang penulis berikan dalam penelitian ini adalah konsumen diharapkan kritis dalam mencermati klausul-klausul yang terdapat di dalam PPJB kemudian pemerintah perlu membuat aturan hukum yang mengatur lebih lanjut mengenai hak hak kreditur konkuren tujuannya agar dapat meminimalisir kerugian yang ditimbulkan kepada konsumen, selain itu diperlukan keterbukaan informasi dan itikad baik oleh pihak pengembang kepada konsumen apartemen.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/26858
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV