Show simple item record

dc.contributor.authorMIFTAHUL MAHASIN, 11912751
dc.date.accessioned2018-07-20T13:47:06Z
dc.date.available2018-07-20T13:47:06Z
dc.date.issued2015-10-24
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/9075
dc.description.abstractPerkembangan ekonomi dunia cenderung mengarah pada pasar bebas, sehingga persaingan menjadi suatu keniscayaan dan ajang kompetisi pun digelar. Untuk menghadapi persaingan bisnis, banyak pelaku usaha yang menciptakan daya saing dan strategi bisnis berupa diversifikasi dan ekstensifikasi atau ekspansi usaha. Ekspansi bisnis dilakukan untuk menguasai industri dengan membentuk grup/kelompok badan usaha secara horizontal (dalam industri/pasar yang bersangkutan) dan vertikal (dalam industri yang berbeda yang bergerak dari hulu hingga hilir). Pembentukan perusahaan grup berimplikasi keterkaitan induk dan anak perusahaan dalam kepemilikan saham dan menimbulkan legitimasi pengendalian induk atas anak perusahaan, hak suara dalam RUPS anak perusahaan dan kewenangan mengangkat direksi dan/atau dewan komisaris anak perusahaan. Pengendalian mencakup jangkauan yang luas dalam tatanan manajemen perusahaan berupa pengaturan produksi, harga/pemasaran dan mengoordinasikan kebijakan stratejik anak-anak perusahaan untuk mencapai kepentingan/tujuan kolektif induk perusahaan. Kekhawatiran yang muncul adalah keterkaitan kepemilikan saham menimbulkan pengendalian/pengaturan suatu perusahaan pada sektor manajemen perusahaan lain, yang mengakibatkan iklim persaingan yang tidak sehat sehingga merugikan dan menghambat pihak lain. Demikian konstruksi perusahaan holding/grup menjadi terdistorsi oleh prilaku pelaku usaha yang potensinya cukup besar untuk memanfaatkan celah-celah konsep perusahaan grup yang belum diatur secara komprehensif dalam peraturan persaingan usaha. Tujuan yang akan dicapai adalah untuk menganalisis penerapan strategi bisnis konstruksi perusahaan holding dan potensi pelanggaran di dalam penerapan strategi bisnis tersebut berdasar Undang-undang No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Sifat penelitian ini adalah Peskriptif kualitatif, yaitu dengan memberikan argumentasi atas hasil penelitian kemudian digunakan untuk memberikan penilaian/preskriptif potensi atas perbuatan/peristiwa hukum yang terjadi. Hasil penelitian menyatakan bahwa strategi pengembangan bisnis dengan konstruksi perusahaan grup/holding menimbulkan market power karena mendominasi anak-anak perusahaan akibat keterkaitan kepemilian saham. Keterkaitan kepemilikan saham yang dominan dimanfaatkan induk perusahaan untuk mengendalikan anak perusahaan melalui penempatan jabatan yang sama (direksi dan/atau dewan komisaris) dan memiliki saham silang, sehingga dapat dinyatakan secara umum konstruksi perusahaan grup memiliki celah potensi pelanggaran yaitu Pasal 26 terkait jabatan rangkap dan Pasal 27 terkait kepemilikan saham silang, dalam praktiknya terbukti terjadi di perusahaan grup (Cineplax 21, Garuda Indonesia dan Temasek Holdings). Perbuatan hukum tersebut menimbulkan pengendalian yang mempengaruhi kepentingan anak perusahaan berupa pengaturan kebijakan/kesepakatan harga dan pemasaran di antara anak perusahaan yang mengarah pada persaingan tidak sehat dan merugikan pihak lain, sehingga pembentukannya harus diatur dan dikendalikan.en_US
dc.publisherUNIVERSITAS ISLAM INDONESIAen_US
dc.titleSTRATEGI BISNIS DALAM KONSTRUKSI HOLDING COMPANY PERSPEKTIF HUKUM PERSAINGAN USAHAen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record