• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Informatics Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Informatics Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    ALAT PENDETEKSI KACA PECAH MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ARDUINO UNO SEBAGAI SISTEM KEAMANAN RUMAH

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (96.73Kb)
    02 preliminari.pdf (1.528Mb)
    03 daftar isi.pdf (52.20Kb)
    04 abstrak.pdf (10.10Kb)
    05.1 bab 1.pdf (23.19Kb)
    05.2 bab 2.pdf (405.3Kb)
    05.3 bab 3.pdf (82.46Kb)
    05.4 bab 4.pdf (950.7Kb)
    05.5 bab 5.pdf (12.41Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (13.66Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (6.743Kb)
    08 naskah publikasi.pdf (255.8Kb)
    Date
    2018-05-07
    Author
    Satria Dwi Kurnia, 11523172
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Di Indonesia tindak kejahatan masih banyak terjadi, salah satunya adalah kasus pencurian. Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia melalui Publikasi berjudul Statistik Kriminal 2017 kasus pencurian termasuk dalam golongan kejahatan terhadap hak/milik tanpa penggunaan kekerasan. Selama periode 2014-2016 kasus kejahatan terhadap hak/milik tanpa penggunaan kekerasan cenderung meningkat. Pada 2014 terjadi 117.751 kasus, menurun menjadi 114.013 kasus pada 2015, dan meningkat menjadi 120.026 kasus pada 2016 (Statistik, 2017). Berbagai cara dilakukan para pencuri untuk masuk kedalam rumah seperti dobrak pintu, pecahkan kaca jendela dan sebagainya. Kasus pencurian dengan pecahkan kaca jendela rumah masih terjadi terutama saat rumah sedang kosong seperti yang terjadi pada seorang warga Sumbersari, Klaten pada Kamis (24/8/2017) saat korban sedang pergi bekerja rumahnya dibobol maling dengan cara pecahkan kaca jendela yang menyebabkan korban menderita kerugian mencapai 12 juta rupiah (Mediajateng, 2017). Kejadian serupa pun dialami oleh salah satu anggota grup band Padi yaitu Piyu yang harus menelan kerugian sebesar 200 juta rupiah saat rumahnya sedang kosong, para pencuri beraksi dengan cara melompati pagar rumah dan kemudian pecahkan kaca kamar anak piyu untuk memasuki rumah tersebut (Sudrajad, 2017). Ada pula pencuri yang pecahkan kaca untuk mengetahui kondisi rumah sedang kosong atau tidak terlebih dahulu dengan menggunakan ketapel seperti yang dilakukan oleh 4 komplotan perampok yang berhasil dibekuk di Surabaya (Hernawan, 2017). Melihat masih adanya kasus pencurian saat rumah sedang kosong dengan pecahkan kaca jendela maka dibuatlah Alat Pendeteksi Kaca Pecah Menggunakan Mikrokonroller Arduino Uno Sebagai Sistem Keamanan Rumah. Nantinya jika terjadi pencurian dengan pecahkan kaca jendela rumah maka sensor piezoelectric akan mendeteksi getaran yang terjadi pada kaca dan mikrokonroller akan membunyikan alarm buzzer dan mengirimkan SMS pemberitahuan kepada nomor yang telah ditentukan supaya pemilik rumah dapat mengetahui bahwa telah terjadi kaca pecah di rumahnya saat itu sehingga dapat diambil tindakan lebih lanjut secepat mungkin.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/7683
    Collections
    • Informatics Engineering [2522]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV