• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    TOKSISITAS LINDI DI IPL PIYUNGAN BANTUL MENGGUNAKAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) DENGAN METODE WHOLE EFFLUENT TOXICITY (WET)

    Thumbnail
    View/Open
    Laporan TA Alfe.pdf (2.741Mb)
    Jurnal TA Alfe.pdf (323.4Kb)
    Date
    2018-05-28
    Author
    Alferina Julinda Grazella, 14513171
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tempat pembuangan sampah terbesar yang terletak di TPST Piyungan. TPST ini menggunakan sistem Controlled Landfill dimana sampah yang telah diurug dan dipadatkan di area pengurugan ditutup dengan tanah penutup paling tidak setiap 3-5 hari. Landfill menghasilkan emisi cair yang berasal dari degradasi biomasa oleh mikroorganisme aerobik dan/ atau anaerobik berupa lindi. Monitoring dan evaluasi air lindi yang dilakukan selama ini hanya menyangkut komponen fisik dan kimia saja. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 59 tahun 2016 tentang baku mutu air lindi bagi usaha dan/ atau kegiatan tempat pemrosesan akhir sampah, parameter yang perlu diperhatikan diantaranya pH, BOD, COD, TSS, N Total, Merkuri, dan Kadmium. Ini menunjukkan bahwa tingkat racun yang terkandung di dalam air lindi belum dijadikan salah satu parameter yang perlu diperhatikan dalam kualitas air lindi yang akan dibuang ke sumber air. Padahal dalam air lindi juga mengandung logam berat lain seperti Cr, Cu, Pb, Ni, Zn dan komponen inorganik seperti Ca, Mg, Na, K, NH4, Fe, Mn, HCO3. Kesalahpahaman umum bahwa Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) dapat mengatasi semua jenis polutan, tidak peduli tingkat toksisitasnya, juga memperburuk masalah pencemaran. Maka dari itu, perlu dilakukan pengujian Whole Effluent Toxicity (WET) untuk mengetahui toksisitas air lindi IPL Piyungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis toksisitas lindi baik sebelum maupun setelah pengolahan di IPL Piyungan menggunakan ikan Mas Cyprinus carpio. Uji toksisitas akut dilakukan dengan metode static non-renewal selama 96 jam. Berdasarkan hasil analisis, toksisitas akut lindi TPST Piyungan dikategorikan High Acute Toxicity Level baik Influen maupun Effluen IPL Piyungan. Kematian 50% populasi ikan Mas untuk contoh uji influen IPL Piyungan sebesar 1,633% dengan Toxic Unit acute (TUa) sebesar 61,246. Sedangkan untuk contoh uji efluen IPL Piyungan sebesar 8,740% dengan Toxic Unit acute (TUa) sebesar 11,442.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/7657
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV