• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penerapan Asas Keseimbangan dalam Perjanjian Baku Antara PT. Go-jek Indonesia dengan Pengemudi Go-jek Sehubungan dengan Keberadaan Klausula Eksonerasi

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (201.9Kb)
    02 preliminari.pdf (1.337Mb)
    03 daftar isi.pdf (548.2Kb)
    04 abstract.pdf (198.6Kb)
    05.1 bab 1.pdf (370.4Kb)
    05.2 bab 2.pdf (567.8Kb)
    05.3 bab 3.pdf (590.2Kb)
    05.4 bab 4.pdf (197.6Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (428.9Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (471.2Kb)
    Date
    2017-04-10
    Author
    Rainanda, Muhammad Tharfy, 13410479
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini menjawab masalah terkait dengan bagaimana penerapan asas keseimbangan dalam perjanjian baku antara PT.GO-JEK Indonesia dengan pengemudi GOJEK dengan keberadaan klausula eksonerasi. Sehingga Tujuannya untuk menganalisis penerapan asas keseimbangan dalam perjanjian baku antara PT.GO-JEK Indonesia dengan pengemudi dengan keberadaan klausula eksonerasi serta akibat hukum dari perjanjian tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode normatif. Obyek penelitian adalah perjanjian baku antara PT. GO-JEK Indonesia dengan pengemudi GO-JEK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencantuman klausula eksonerasi dalam perjanjian antara PT. GO-JEK Indonesia dengan pengemudi GOJEK telah melanggar asas keseimbangan. Hal ini disebabkan pencantuman klasula eksonerasi dalam perjanjian tersebut telah menghapuskan tanggung jawab pihak pembuat perjanjian yakni PT.GO-JEK Indonesia atas bentuk-bentuk kerugian yang dialami pengemudi GO-JEK terkait penggunaan aplikasi GO-JEK oleh pengemudi, maupun kerugian yang dialami oleh konsumen kaitannya dengan layanan transportasi yang diberikan oleh pengemudi melalui aplikasi GO-JEK. Klausula tersebut jelas menempatkan pengemudi pada posisi yang lebih lemah dibandingkan dengan PT.GO-JEK Indonesia. Dengan demikian, perjanjian tersebut tidak memenuhi asas keseimbangan yang mana kedudukan para pihak semestinya setara dan memiliki posisi yang sama kuat. Akibat hukum dari pencantuman klausula eksonerasi dalam perjanjian baku antara PT. GO-JEK Indonesia dengan pengemudi GO-JEK yaitu batal demi hukum karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yakni Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Perjanjian yang bertentangan dengan undang-undang tidak memenuhi syarat objektif sahnya perjanjian yaitu kausa yang halal. Tidak terpenuhinya syarat objektif dalam perjanjian berakibat perjanjian batal demi hukum. Penelitian ini merekomendasikan perlunya suatu regulasi yang secara khusus mengatur pencantuman klausula eksonerasi dalam perjanjian baku agar pelaku usaha pembuat perjanjian baku tetap memperhatikan asas keseimbangan, sehingga tidak melanggar kepentingan dan tidak menimbulkan kerugian bagi pihak lain dalam perjanjian baku tersebut
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/7012
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV