• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    URGENSI PENGATURAN HAK KONSTITUSIONAL WARGA NEGARA MELALUI CONSTITUTIONAL COMPLAINT DI MAHKAMAH KONSTITUSI

    Thumbnail
    View/Open
    DHIANA OKTAVIANI PUTRI 14410435 HTN.pdf (1.688Mb)
    Date
    2018-04-11
    Author
    Dhiana Oktaviani Putri, 14410435
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pelanggaran hak-hak konstitusional warga negara oleh lembaga negara atau lembaga birokrasi publik sudah seharusnya menjadi perhatian penting bagi Mahkamah Konstitusi. Oleh karenanya penambahan Constitusional Complaint dalam kewenangan Mahkamah Konstitusi menjadi sangat penting untuk menjamin perlindungan terhadap hak-hak konstitusional warga negara, terlebih Mahkamah Konstitusi merupakan sebuah lembaga pengawal konstitusi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui urgensi dan mekanisme dari kewenangan Constitusional Complaint pada Mahkamah Konstitusi sebagai sebuah upaya perlindungan hak-hak konstitusional warga negara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif serta menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dengan menggunakan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kewenangan Constitusional Complaint belum secara penuh dapat dijalankan sehingga belum melindungi hak-hak konstitusional warga negara, karena dalam prakteknya terdapat tiga putusan terkait Constitutional Complaint, yakni Putusan MK Nomor 67/PUU-XIII/2015, Putusan MK Nomor 52/PUU-XIV/2016, dan Putusan MK Nomor 62/PUU-XIV/2016 yang kesemuanya ditolak oleh Mahkamah Konstitusi dengan alasan tidak dimilikinya kewenangan Constitutional Complaint oleh Mahkamah Konstitusi. Penambahan kewenangan Constitutional Complaint dapat dilakukan melalui penafsiran konstitusional sehingga tidak perlu mengubah UUD 1945 melainkan hanya menafsirkan ketentuan-ketentuan yang mengatur mengenai kewenangan Mahkamah Konstitusi.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/6856
    Collections
    • Law [3376]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV