• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    URGENSI PENATAAN ULANG HAK ANGKET DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA PASCA REFORMASI

    Thumbnail
    View/Open
    14410287-MUHAMMAD ADDI FAUZANI.pdf (1.530Mb)
    Date
    2018-04-10
    Author
    MUHAMMAD ADDI FAUZANI, 14410287
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian tentang “Urgensi Penataan Ulang Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Pasca Refromasi” mengangkat tiga rumusan masalah, yaitu: pertama, bagaimana pengaturan hak angket Dewan Perwakilan rakyat (DPR) dalam sistem ketatanegaraan Indonesia pasca reformasi?; kedua. apa urgensi penataan ulang hak angket DPR dalam sistem ketatanegaraan Indonesia pasca reformasi?; ketiga, bagaimana desain penataan ulang hak angket DPR yang sesuai dengan sistem ketatanegaraan Indonesia pasca reformasi?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dan menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan undang-undang dan konseptual. Hasil penelitian ini, yaitu: pertama, pengaturan hak angket DPR pasca reformasi telah diatur dalam empat undang-undang, tiga putusan Mahkamah Konstitusi(MK); dan satu peraturan pelaksana DPR. Kedua, urgensi penataan ulang hak angket DPR didasarkan oleh tiga faktor, yaitu: a) kuatnya pertimbangan politis setiap pengambilan keputusan; b) lemahnya tindak lanjut hasil keputusan hak angket DPR; c) rumusan pasal hak angket yang memberi celah multiinterpretasi dan terdapat ketentuan yang belum diatur. Ketiga, penataan ulang hak angket DPR dilakukan dengan menggali pengaturan hak angket dalam UUD NRI 1945, melakukan perbandingan hak angket di beberapa negara, dan mendesain pengaturan hak angket dengan mengevaluasi beberapa komponen. Saran yang dapat diajukan yaitu: pertama, pengaturan hak angket DPR dan implementasinya harus dijaga agar tidak keluar dari koridor UUD NRI 1945; kedua, bagi DPR agar merivisi pasal-pasal mengenai hak angket dalam UU 17/2014 yang tidak sesuai dengan sistem ketatanegaraan Indonesia pasca reformasi; ketiga, bagi pemerintah, agar menanggapi dan/atau menindak lanjuti rekomendasi hak angket DPR.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/6781
    Collections
    • Law [3376]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV