Show simple item record

dc.contributor.authorZaky, Muhammad
dc.date.accessioned2026-09-12T06:20:45Z
dc.date.available2026-09-12T06:20:45Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/67099
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya intensitas perdebatan publik terkait rencana pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) kepada perguruan tinggi dalam konteks revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara (UU Minerba). Wacana ini memunculkan beragam respons dari aktor negara, akademisi, hingga masyarakat sipil, sehingga menjadi isu strategis yang tidak hanya berkaitan dengan kebijakan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek etika, lingkungan, dan independensi pendidikan tinggi. Dalam situasi tersebut, media massa memiliki peran penting dalam membentuk konstruksi realitas melalui cara mereka membingkai (Framing) informasi kepada publik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media online Kompas.com, Tempo.co, dan CNN Indonesia membingkai isu pemberian izin tambang kepada perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, yang menitikberatkan pada empat struktur analisis, yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Melalui pendekatan ini, penelitian berupaya mengungkap bagaimana struktur teks berita disusun, bagaimana alur cerita dibangun, tema apa yang ditonjolkan, serta bagaimana pilihan bahasa digunakan untuk memperkuat makna tertentu. Periode pemberitaan yang dianalisis mencakup rentang waktu 20 Januari 2025 hingga 22 Februari 2025, dengan total 25 judul berita yang terdiri dari 10 berita dari Kompas.com, 10 berita dari Tempo.co, dan 5 berita dari CNN Indonesia. Pemilihan media ini didasarkan pada posisi ketiganya sebagai media arus utama yang memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk opini publik di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kecenderungan framing di antara ketiga media tersebut. Kompas.com cenderung menyajikan berita secara deskriptif, kronologis, dan relatif netral dengan menekankan aspek prosedural serta alur kebijakan, sehingga menghadirkan kesan objektivitas dan keseimbangan informasi. Sementara itu, Tempo.co lebih menonjolkan pendekatan kritis dengan memberikan ruang yang lebih besar pada suara oposisi, analisis normatif, serta penekanan pada implikasi kebijakan terhadap demokrasi, lingkungan, dan independensi akademik. Di sisi lain, CNN Indonesia cenderung membingkai isu ini dengan menonjolkan aspek kontroversi dan konflik antaraktor, sehingga memperkuat dimensi polemik dalam pemberitaan. Perbedaan framing tersebut menunjukkan bahwa media tidak bersifat netral sepenuhnya, melainkan memiliki kecenderungan perspektif masing-masing dalam mengonstruksi realitas sosial, khususnya dalam isu kebijakan publik yang kompleks seperti pemberian izin tambang kepada perguruan tinggi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectframing media, WIUP, Minerba, media online, Kompas.com, Tempo.co, CNN Indonesiaen_US
dc.titleKonstruksi Realitas Izin Tambang di Lingkup Universitas dalam Pemberitaan Media Online (Analisis Framing pada Website Kompas.com, Tempo.co, dan CNN Indonesia)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22321070


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record