Perlindungan Hukum Terhadap Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek dalam Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Pada Pelaksana Pelayanan Kesehatan I (PPPK I) di Kota Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini berjudul perlindungan hukum terhadap peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek dalam mendapatkan pelayanan kesehatan pada Pelaksana Pelayanan Kesehatan (PPK) I di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pelayanan kesehatan di rawat jalan tingkat pertama yang diberikan PPK I kepada tenaga kerja beserta keluarga yang sedang sakit, hamil, membutuhkan persalinan, dan tindakan medis sederhana. Di dalam pemberian pelayanan kesehatan, PPK I didasari oleh Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan Ikatan Kerja Sama (IKS) yang dibuat bersama dengan Badan Penyelenggara. Permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana perlindungan hukum peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek dalam mendapatkan pelayanan kesehatan pada pelaksana Pelayanan Kesehatan (PPK) I di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian yuridis empiris, karena penulis ingin mengetahui perlindungan hukum peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek dalam mendapatkan pelayanan kesehatan pada pelaksana Pelayanan Kesehatan (PPK) I, baik preventif maupun represif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan wawancara dan studi kepustakaan. Wawancara dilakukan dengan Kepala Kantor PT. Jamsostek (Persero) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta, PPK I Program JPK Jamsostek di Kota Yogyakarta, dan beberapa peserta JPK Jamsostek di PPK I Kota Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek dalam mendapatkan pelayanan kesehatan pada Pelaksana Pelayanan Kesehatan (PPK) I di Kota Yogyakarta dapat diukur dari dijalankannya IKS oleh PPK I ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JPK Jamsostek dan pemberian sanksi dari Badan Penyelenggara kepada PPK I yang tidak menjalankan IKS sesuai dengan yang disepakati bersama. Penelitian ini menyarankan bahwa PPK I perlu memberikan penjelasan yang lebih intensif kepada peserta JPK Jamsostek yang sedang berobat, sehingga dapat terminimalisirnya kesalahpahaman antara peserta JPK Jamsostek dengan PPK I. Selain itu, Badan Penyelenggara perlu kerja sama dengan pihak perusahaan, organisasi kemasyarakatan, LSM, serikat pekerja dalam mensosialisasikan program- program Jamsostek dan program baru dari JPK Jamsostek.
Collections
- Law [3916]
Related items
Showing items related by title, author, creator and subject.
-
KAMPANYE KESEHATAN EFEKTIVITAS MEDIA SOSIAL YOUTUBE DALAM KAMPANYE KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN PATI DALAM FILM PENDEK PROMOSI KAMPANYE KESEHATAN “GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS)”
GALUH AJI NUGROHO, 1212321142 (Universitas Islam Indonesia, 2019-08-22)Kampanye kesehatan dengan tema “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)” adalah sebuah program kampanye yang bibuat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pati untuk meningkatkan awareness atau kesadaran masyarakat Kabupaten Pati ... -
Peran BPJS Kesehatan Terhadap Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Perspektif Maqashid Al-syariah (Studi pada peserta BPJS Kesehatan di SMPN 3 Pakem-Sleman)
Syukur, Camelia Rizka Maulida, 13423097 (Universitas Islam Indonesia, 2017-03-14)Peran merupakan perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat. Namun dalam konteks penelitian ini, peran yang dimaksud adalah terkait keberadaan dan vitalitas BPJS Kesehatan. BPJS ... -
EFEKTIVITAS MEDIA SOSIAL YOUTUBE DALAM KAMPANYE KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN PATI DALAM FILM PENDEK PROMOSI KAMPANYE KESEHATAN “GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS)”
GALUH AJI NUGROHO, 12321142 (Universitas Islam Indonesia, 2019-08-22)Kampanye kesehatan dengan tema “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)” adalah sebuah program kampanye yang bibuat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pati untuk meningkatkan awareness atau kesadaran masyarakat Kabupaten Pati ...
