Show simple item record

dc.contributor.authorHamdani, Mutiara Sabila
dc.date.accessioned2026-09-11T04:01:51Z
dc.date.available2026-09-11T04:01:51Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/67015
dc.description.abstractMeningkatnya jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah Kabupaten Cianjur serta maraknya praktik penempatan non-prosedural menunjukkan belum optimalnya pelindungan hukum pada tahap pra-penempatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pasal 17 Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Asal Daerah Kabupaten Cianjur, serta mengidentifikasi faktor penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan instansi terkait, perusahaan penempatan, serta pekerja migran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelindungan hukum telah dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan kerja, pengawasan, dan koordinasi antar lembaga. Namun, implementasinya belum optimal. Hambatan yang ditemukan meliputi faktor internal berupa keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, serta faktor eksternal seperti rendahnya kesadaran masyarakat dan maraknya praktik penempatan non-prosedural oleh sponsor. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi, pengawasan, dan kesadaran hukum masyarakat guna mewujudkan pelindungan yang efektif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPekerja Migran Indonesia, Pelindungan Hukum, Pra-Penempatan, Cianjuren_US
dc.titleImplementasi Pasal 17 Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Asal Daerah Kabupaten Cianjuren_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22410670


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record