| dc.description.abstract | Stunting merupakan masalah gizi kronis yang membutuhkan penanganan melalui
intervensi kesehatan dan komunikasi yang tepat. Kasus stunting di Lampung Barat
menunjukkan angka yang fluktuatif sejak 2019-2024 sehingga diperlukan strategi komunikasi
untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan
menganalisis strategi komunikasi dan media yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Lampung
Barat dalam upaya penurunan stunting. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif
dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dilakukan melalui analisis
situasi, penetapan sasaran, penyusunan pesan, pemilihan komunikator, penggunaan media, dan
evaluasi program. Sasaran diarahkan pada wilayah lokus stunting, ibu hamil, ibu balita, dan
keluarga berisiko. Bidan desa menjadi komunikator utama dengan dukungan tokoh masyarakat
dan lintas sektor. Pesan disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan menyesuaikan
kondisi masyarakat. Media yang digunakan meliputi leaflet, poster, buku KIA, baliho,
Instagram, website, TikTok, WhatsApp, layar monitor fasilitas kesehatan, konseling tatap
muka, serta sweeping atau kunjungan rumah.
Analisis penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal melalui kunjungan
rumah dan konseling menjadi strategi yang paling dominan karena mampu membangun
kedekatan dan kepercayaan masyarakat. Media cetak dan digital berfungsi sebagai pendukung
penyebaran informasi, namun pemanfaatannya belum merata. Hambatan utama terdapat pada
rendahnya kehadiran Posyandu, rasa malu orang tua saat anak dinyatakan stunting, sikap
defensif, serta pemahaman masyarakat yang masih terbatas. Berdasarkan temuan strategi yang
dilakukan telah mencakup unsur khalayak, pesan, media, dan evaluasi. Dalam perspektif
promosi kesehatan, strategi telah meningkatkan pengetahuan masyarakat, namun perubahan
perilaku belum menyeluruh. Tahapan komunikasi masih dominan pada tahap attention dan
interest, sedangkan desire, decision, dan action belum konsisten. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa strategi komunikasi Dinas Kesehatan Lampung Barat telah berjalan terarah, namun
masih perlu penguatan pada pendekatan interpersonal dan penerimaan pesan masyarakat agar
penurunan stunting berlangsung lebih optimal. | en_US |