Show simple item record

dc.contributor.authorNirita, Sabrina Khansa
dc.date.accessioned2026-09-09T07:12:17Z
dc.date.available2026-09-09T07:12:17Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66932
dc.description.abstractStunting merupakan masalah gizi kronis yang membutuhkan penanganan melalui intervensi kesehatan dan komunikasi yang tepat. Kasus stunting di Lampung Barat menunjukkan angka yang fluktuatif sejak 2019-2024 sehingga diperlukan strategi komunikasi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi dan media yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Lampung Barat dalam upaya penurunan stunting. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dilakukan melalui analisis situasi, penetapan sasaran, penyusunan pesan, pemilihan komunikator, penggunaan media, dan evaluasi program. Sasaran diarahkan pada wilayah lokus stunting, ibu hamil, ibu balita, dan keluarga berisiko. Bidan desa menjadi komunikator utama dengan dukungan tokoh masyarakat dan lintas sektor. Pesan disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan menyesuaikan kondisi masyarakat. Media yang digunakan meliputi leaflet, poster, buku KIA, baliho, Instagram, website, TikTok, WhatsApp, layar monitor fasilitas kesehatan, konseling tatap muka, serta sweeping atau kunjungan rumah. Analisis penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal melalui kunjungan rumah dan konseling menjadi strategi yang paling dominan karena mampu membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat. Media cetak dan digital berfungsi sebagai pendukung penyebaran informasi, namun pemanfaatannya belum merata. Hambatan utama terdapat pada rendahnya kehadiran Posyandu, rasa malu orang tua saat anak dinyatakan stunting, sikap defensif, serta pemahaman masyarakat yang masih terbatas. Berdasarkan temuan strategi yang dilakukan telah mencakup unsur khalayak, pesan, media, dan evaluasi. Dalam perspektif promosi kesehatan, strategi telah meningkatkan pengetahuan masyarakat, namun perubahan perilaku belum menyeluruh. Tahapan komunikasi masih dominan pada tahap attention dan interest, sedangkan desire, decision, dan action belum konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi Dinas Kesehatan Lampung Barat telah berjalan terarah, namun masih perlu penguatan pada pendekatan interpersonal dan penerimaan pesan masyarakat agar penurunan stunting berlangsung lebih optimal.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStunting, strategi komunikasi, media komunikasi, Promosi Kesehatan, AIDDA, Lampung Baraten_US
dc.titleAnalisis Strategi Komunikasi dan Media Dinas Kesehatan Lampung Barat dalam Upaya Penurunan Stuntingen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22321344


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record