• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penetapan Tersangka Delpedro Marhaen dalam Perspektif Due Process of Law (Studi Kasus Putusan Praperadilan Nomor 132/Pid.Pra/2025/PN Jkt.Sel)

    Thumbnail
    View/Open
    22410105_Daftar Pustaka.pdf (119.1Kb)
    22410105_BAB 1.pdf (217.0Kb)
    22410105.pdf (7.386Mb)
    Date
    2026
    Author
    Fauziyah, Diyah Ade
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian hukum ini mengkaji dan menganalisis penetapan tersangka terhadap Delpedro Marhaen Rismansyah serta implikasi yuridis Putusan Praperadilan Nomor 132/Pid.Pra/2025/PN Jkt.Sel. Permasalahan hukum utama dalam penelitian ini adalah kesesuaian penetapan tersebut dengan prinsip due process of law. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penetapan tersangka tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip due process of law. Tindakan penyidik yang menetapkan status tersangka tanpa didahului pemeriksaan pendahuluan telah merampas hak asasi pemohon untuk didengar (audi et alteram partem). Dalih pemeriksaan in absentia terbukti cacat secara hukum dan tidak berdasar, mengingat pemohon secara faktual sangat mudah ditemukan dan ditangkap. Pelanggaran ini diperparah oleh Putusan Praperadilan a quo yang justru melegitimasi kesewenang- wenangan tersebut. Hakim telah melakukan kekeliruan fatal melalui pertimbangan yang tidak sejalan dengan esensi due process of law, karena hanya sebatas menilai pemenuhan administratif dua alat bukti, serta mengabaikan sepenuhnya kewajiban perlindungan hak prosedural yang diamanatkan oleh Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014. Sikap yudisial ini mengerdilkan fungsi praperadilan dari instrumen pelindung hak asasi manusia menjadi sekadar stempel legitimasi bagi prosedur penyidikan yang cacat. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya rekonstruksi standar pengujian praperadilan yang mewajibkan hakim untuk menguji aspek keadilan prosedural secara ketat demi menegakkan keadilan substantif.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66913
    Collections
    • Law [3916]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV