• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Faktor Penyebab Anak Melakukan Tindak Pidana Kekerasan Fisik dan Pelaksanaan Hasil Diversinya (Studi di Kepolisian Resor Kota Sleman)

    Thumbnail
    View/Open
    22410122_Daftar Pustaka.pdf (188.2Kb)
    22410122_BAB 1.pdf (357.9Kb)
    22410122.pdf (17.40Mb)
    Date
    2026
    Author
    Salim, Elvina Nathania
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab anak melakukan tindak pidana kekerasan fisik serta pelaksanaan hasil diversi dalam perkara anak di Kabupaten Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis hukum. Data diperoleh melalui wawancara dengan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Sleman serta studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana kekerasan fisik yang dilakukan anak dipengaruhi oleh faktor internal berupa adanya objek perselisihan, lemahnya pengendalian diri, rasa sakit hati, serta kondisi psikologis dan emosional yang belum stabil, dan faktor eksternal berupa lingkungan pergaulan, kurangnya pengawasan orang tua, faktor ekonomi, dan faktor pendidikan. Faktor-faktor tersebut dianalisis menggunakan Teori Kontrol Sosial. Pelaksanaan hasil diversi telah dilaksanakan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak melalui tahapan identifikasi kelayakan, musyawarah, penetapan kesepakatan, pelaksanaan hasil diversi, serta pembimbingan dan pengawasan terhadap anak. Pelaksanaan hasil diversi dilakukan dalam berbagai bentuk sesuai kesepakatan para pihak, antara lain pembayaran ganti rugi atau restitusi, rehabilitasi, pembimbingan oleh Balai Pemasyarakatan, pengembalian anak kepada orang tua, dan kewajiban mengikuti apel pembinaan. Meskipun seluruh kesepakatan diversi telah dilaksanakan, evaluasi terhadap perkembangan perilaku anak setelah pelaksanaan diversi belum dilakukan secara sistematis.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66843
    Collections
    • Law [3916]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV