Analisis Resistensi Non-User terhadap Adopsi Sepeda Motor Listrik di Indonesia: Peran Environmental Concern dan Incentive Policy dalam Kerangka Innovation Resistance Theory
Abstract
Indonesia memiliki populasi sepeda motor terbesar di Asia Tenggara, namun adopsi
sepeda motor listrik masih sangat rendah. Kelompok non-user individu yang belum
pernah menggunakan sepeda motor listrik menjadi populasi terbesar dan penentu
keberhasilan transisi energi, namun belum banyak diteliti secara komprehensif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resistensi non-user terhadap adopsi sepeda
motor listrik dengan menggunakan kerangka Innovation Resistance Theory (IRT), serta
menguji peran environmental concern dan incentive policy sebagai variabel moderasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 166
responden non-user di Indonesia. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–
Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usage
barrier, value barrier, dan risk barrier berpengaruh negatif signifikan terhadap
behavior intention, sementara environmental concern dan incentive policy berpengaruh
positif signifikan. Environmental concern terbukti memoderasi hubungan ketiga
hambatan dengan behavior intention, dengan arah positif pada usage barrier dan value
barrier namun negatif pada risk barrier. Sebaliknya, incentive policy tidak terbukti
memoderasi hubungan antara hambatan fungsional dengan behavior intention. Temuan
ini memperkaya literatur IRT dengan konteks negara berkembang dan memberikan
implikasi bahwa kebijakan insentif perlu dilengkapi dengan pendekatan non-finansial,
seperti pengembangan infrastruktur, jaminan kualitas produk, dan edukasi publik, untuk
mengatasi hambatan yang dirasakan kelompok non-user.
Collections
- Master of Management [576]
