Show simple item record

dc.contributor.authorWulan, Naris Wari Diah Sekar
dc.date.accessioned2026-09-01T08:02:02Z
dc.date.available2026-09-01T08:02:02Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66600
dc.description.abstractPengaturan mengenai phishing di Indonesia terbagi ke dalam beberapa POJK yang mengatur secara umum dan masih menghadapi hambatan dalam penerapannya. Sebaliknya, Singapura telah mengatur pencegahan dan alokasi tanggung jawab ke dalam suatu peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaturan tanggung jawab bank dalam memulihkan dana nasabah akibat phishing antara Indonesia dan Singapura berdasarkan kasus PT Bank Sulselbar dan DBS Bank Limited, serta menganalisis substansi pengalokasian tanggung jawab antara bank, perusahaan telekomunikasi dan nasabah di Singapura yang dapat diterapkan di Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan, perbandingan, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam melindungi nasabah berdasarkan keberadaan peraturan mengenai phishing dan pengalokasian tanggung jawab. Indonesia mengatur phishing dalam beberapa peraturan, sedangkan Singapura memiliki peraturan yang berfokus pada pencegahan phishing melalui SRF Guidelines yang dapat dijadikan acuan oleh Indonesia untuk memperkuat pelindungan hukum.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectbank, pemulihan dana, phishing scams, tanggung jawaben_US
dc.titleAnalisis Perbandingan Tanggung Jawab Bank atas Pemulihan Dana Nasabah akibat Phishing Scams di Indonesia dan Singapura (Studi Kasus PT Bank Sulselbar dan DBS Bank Limited)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22410339


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record