Analisis Valuasi Aktuaria Dana Pensiun dengan Metode Attained Age Normal dan Entry Age Normal (Studi Kasus: Valuasi Aktuaria pada Usia Pensiun Normal)
Abstract
Valuasi aktuaria berperan penting dalam pengelolaan program pensiun manfaat
pasti, khususnya untuk menentukan iuran normal dan kewajiban aktuaria.
Penelitian ini bertujuan menghitung dan membandingkan hasil valuasi aktuaria
menggunakan metode Attained Age Normal (AAN) dan Entry Age Normal (EAN)
pada tingkat suku bunga 6%, 7%, dan 8%. Data yang digunakan terdiri atas 47
peserta aktif Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah dari Pemberi Kerja Pimpinan
Pusat Muhammadiyah. Perhitungan menggunakan Tabel Mortalitas Indonesia IV
Tahun 2019 dan asumsi kenaikan gaji sebesar 5%, dengan tahapan meliputi
proyeksi PhDP, manfaat pensiun, anuitas, Present Value of Future Benefit (PVFB),
iuran normal, dan kewajiban aktuaria.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa total iuran normal metode AAN pada suku
bunga 6%, 7%, dan 8% berturut-turut sebesar Rp455.443.011, Rp346.576.940, dan
Rp266.771.182, sedangkan total kewajiban aktuarianya sebesar Rp4.026.871.890,
Rp3.636.603.216, dan Rp3.279.977.822. Pada metode EAN, total iuran normal
berturut-turut sebesar Rp196.483.236, Rp155.217.815, dan Rp123.509.264,
sedangkan total kewajiban aktuarianya sebesar Rp4.818.839.513,
Rp4.197.817.988, dan Rp3.683.471.366. Peningkatan tingkat suku bunga
menyebabkan nilai iuran normal dan kewajiban aktuaria pada kedua metode
menurun. Metode AAN menghasilkan iuran normal lebih besar tetapi kewajiban
aktuaria lebih rendah, sedangkan metode EAN menunjukkan pola sebaliknya.
Setelah dikurangi iuran peserta sebesar 5% dari PhDP, porsi pembiayaan normal
Pemberi Kerja pada metode AAN sebesar 28,60%, 20,57%, dan 14,68%, sedangkan
pada metode EAN sebesar 9,50%, 6,45%, dan 4,11%. Dengan demikian, pemilihan
metode disesuaikan dengan aspek pendanaan yang menjadi prioritas.
Collections
- Statistics [1327]
Related items
Showing items related by title, author, creator and subject.
-
Analisis Pengaruh Temperatur terhadap Karakteristik Beton dengan Penambahan 2% Limbah Karet Padat dari Berat Beton Normal (Analysis of Temperature Effect on Concrete Characteristics with an Addition of 2% Rubber Solid Waste from the Weight of Normal Concrete)
Firdaus, Muhammaad Taufan (Universitas Islam Indonesia, 2017-02-17)Concrete has a weakness in tensile strength because the nature of concrete is more brittle than other building structures. Moreover, basically concrete is a fire-resistant materials. However, when happen of temperature ... -
Tinjauan Tegangan Lekat Baja Tulangan Ulir dengan Berbagai Variasi Diameter dan Panjang Penyaluran dengan Bahan Perekat Sikadur® 31 CF Normal terhadap Beton Normal
Emillianto, Riki (UII Yogyakarta, 2008)Salah satu persyaratan dalam struktur beton bertulang adalah adanya lekatan antara baja tulangan dan beton, sehingga ketika pada struktur beton tersebut diberikan beban tidak akan terjadi selip antara baja tulangan dan ... -
PENGARUH GRADASI SERAGAM POLIETILEN TEREFTALATE SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS TERHADAP KARAKTERISTIK BETON NORMAL (THE INFLUENCE OF POLYETHYLENE TEREPHTALATE IN UNIFORM GRADATION AS SUBTITUTES IN PART OF FINE AGGREGATES TOWARDS NORMAL CONCRETE CHARACTERISTICS)
Andhika Satrio Wicaksono, 14511125 (Universitas Islam Indonesia, 2019-02-22)Seiring dengan perkembangan teknologi beton, berbagai penelitian telah banyak dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan polyethylene terephthalate (PET) pada bahan penyusun beton. beton normal dengan kadar 5% PET sebagai ...
